Breaking News:

Virus Corona di Kota Batu

Covid-19 Hantam Perekonomian Kota Batu, Perubahan Anggaran Keuangan Diharap Jadi Titik Perbaikan

Pemulihan ekonomi menjadi prioritas Pemerintah Kota Batu. Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) diharap jadi titik perbaikan di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Benni Indo | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Ketua DPRD Batu Asmadi. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Pemulihan ekonomi menjadi prioritas Pemerintah Kota Batu di masa transisi normal baru.

Tak lama lagi, eksekutif dan legislatif akan melaksanakan paripurna membahas terkait Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

Momentum tersebut diharapkan bisa menjadi titik awal realisasi perbaikan perekonomian di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Pencium Jenazah Covid-19 Dipulangkan, 1 Anggota Keluarganya Dirawat di Rumah Isolasi Pemkot Malang

Sosok Zaki Pohan Pacar Adhisty Zara yang Videonya Viral, Bukan Cowok Sembarangan, Intip Potretnya

Ketua DPRD Batu Asmadi saat dijonfirmasi menerangkan, secara umum seluruh fraksi sepakat agar eksekutif memprioritaskan setiap kebijakan atau program di masing-masing SKPD untuk mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.

Pandemi telah menghantam perekonomian Kota Batu yang ditopang oleh kegiatan pariwisata dan pertanian.

Ia pun mendorong, PAK nanti dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga perekonomian masyarakat kembali membaik.

Maling Gasak 2 Sepeda Gunung Pasutri Kota Malang, Korban Heran: Padahal Kompleks Terapkan One Gate 

Sinopsis Dari Jendela SMP Episode 76 Kamis 20 Agustus 2020, Tayang di SCTV, Streaming di Sini

"Kami minta diarahkan untuk mendorong pencapaian sasaran ekonomi makro daerah. Prioritas belanja daerah harus difokuskan pada sektor yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor unggulan daerah, yaitu pariwisata, pertanian, UMKM dan investasi," ujarnya, Kamis (20/8/2020).

Jika prioritas belanja pada beberapa sektor tersebut dipucu, maka akan meni gkatkan daya beli. Maka diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan PAD, terutama pada triwulan III dan IV.

Dari data yang dihimpun oleh Asmadi, untuk pertumbuhan ekonomi masih positif dan berkutat pada kisaran angka 2-3 persen dibandingkan perekonomian secara nasional. Perekonomian nasional sedang mengalami kontraksi yang cukup signifikan, yaitu minus 5,23 persen.

Meskipun hanya tumbuh kisaran 3 persen, Asmadi optimis angka itu bisa menjadi modal berharga untuk membangkitkan petekonomian.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved