Breaking News:

Pameran Terong Jadi - Jadian di Bangil Pasuruan, Wadah Kreatifitas Perupa Saat Pandemi

Puluhan terong dipamerkan dalam pameran *Terong Jadi - Jadian* di Omah Punden Jalan Anggur No 06, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

(Surya/Galih Lintartika)
TETAP KREATIF : Sejumlah pengunjung yang datang di pameran Terong Jadi - Jadian di Omah Punden Bangil. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Puluhan terong dipamerkan dalam pameran *Terong Jadi - Jadian* di Omah Punden Jalan Anggur No 06, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Ini adalah karya tangan - tangan terampil dari perupa asli Pasuruan, dan beberapa yang berasal dari Pasuruan, seperti Lamongan, Gresik, Surabaya, dan Malang.

Puluhan terong yang dipamerkan ini sudah berubah. Bahkan, imajinasi dan kreatifitas masing - masing perupa yang berbeda bisa membuat terong ini istimewa.

Bahkan, terongnya pun tak seperti terong yang biasanya dijumpai sebagai lalapan makanan. Kesan pertama, terong ini pun terlihat sangat mahal dan luar biasa.

Ada yang bertemakan pop art, lengkap dengan gambar berwarna - warni. Ada juga terong lalapan lengkap dengan gambar lalapan, bahkan ada juga terong supreme alias terong mahal.

Pembuat terong supreme ini memang ingin memunculkan kesan mahal di dalam karya seni rupanya. Supreme adalah brand mahal , dan benda apapun yang bertuliskan supreme akan mahal.

Jadwal Final Liga Champions Paris Saint-Germain vs Bayern Muenchen, Tonton di SCTV

Haruna Soemitro Bantah Tuduhan Soal Naturalisasi di Tubuh Madura United

Doa Buka Puasa Tasua dan Asyura di 9-10 Muharram 1442 H, Dilengkapi Bacaan Niat Lafal Arab dan Latin

Pameran ini dibuka untuk umum. Siapapun boleh datang menikmati keindahan karya seni dari perupa yang sudah berpengalaman ini. Pameran berakhir 29 Agustus ini.

Toni Ja'far, salah satu perwakilan dari Pawitra mengatakan, awal ide ini muncul dari teman - teman Pawitra saat duduk dan diskusi. Setelah itu, muncul ide untuk membuat pameran ini.

Dikatakan dia, pameran ini hanya untuk energi bersenang-senang atau having fun saja.

Bahkan, ia menyebut, alasannya memilih terong sebagai media untuk menyampaikan kreatifitas itu hanya karena semua perupa yang ikut pameran ini laki - laki

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved