Breaking News:

TSP Berhasil Breeding Orangutan Yang Terancam Punah

Taman Safari Prigen (TSP) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur kembali membuktikan keberhasilan breeding atau pengembangbiakkan satwa.

istimewa
Bayi orang utan, Nanda bersama induknya. 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Taman Safari Prigen (TSP) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur kembali membuktikan keberhasilan breeding atau pengembangbiakkan satwa.

Kali ini, TSP berhasil breeding orangutan. Indukan orangutan berhasil melahirkan Nanda, bayi orangutan yang lucu dan menggemaskan.

Kelahiran Nanda menjadi kabar menggembirakan karena bertepatan dengan perayaan International Orangutan Day atau Hari Orangutan Sedunia, pada 19 Agustus 2020 ini.

Nanda sendiri lahir secara normal dari indukan Naning, yang berusia 40 tahun dan pejantan, Bima yang berusia 27 tahun.

“Kondisi saat ini dalam keadaan sehat dan dirawat oleh induknya. Bayi orangutan terpantau menyusu dalam kurun waktu dua jam dan beraktivitas secara normal di exhibitnya,” kata Dokter Hewan Taman Safari Prigen, drh Nanang Tedjo Laksono.

Kelahiran Nanda merupakan kelahiran ketiga dari indukan Naning. Kelahiran Nanda, orangutan berjenis kelamin betina ini, menambah jumlah orangutan di Taman Safari Prigen saat ini bertambah menjadi 22 ekor.

“Perawatan lainnya juga diberikan kepada induk Naning pasca melahirkan bayinya. Perawatan tersebut dengan memberikan pakan terbaik serta diberikan suplemen penambah volume ASI yaitu moloco,” tambahnya kepada TribunJatim.com.

TSP juga melakukan evaluasi kesehatan terhadap semua satwa setiap bulan. Semua dilakukan demi kelangsungan dan keberlanjutan hidup bagi satwa-satwa tersebut.

Hadirnya Nanda merupakan salah satu bukti di antara sederet satwa-satwa lainnya yang berhasil dikembangbiakkan.

VIRAL Cewek Kembaran Ayu Ting Ting, Intip 7 Potret Parasnya, Seberapa Mirip dengan Si Biduan?

Tak Ingin Dipandang Sebelah Mata, Pelatih PSG Gresik Siap Bikin Kejutan Pada Lanjutan Liga 2 2020

Viral Video Diduga Adhisty Zara dan Kekasih, ini Sederet Faktanya, Sang Ibunda: Stop Judging, Please

"Orangutan sudah termasuk ke dalam zona merah, yang artinya terancam punah. Bahkan, secara global populasi orangutan mengalami penurunan secara signifikan," papar drh Nanang Tedjo Laksono kepada TribunJatim.com.

drh Nanang Tedjo Laksono berharap, kelahiran orangutan ini bisa menjadi biodiversitas (keseluruhan gen, spesies dan ekosistem di suatu kawasan) Indonesia.

Menurut dia, sebagai lembaga konservasi, TSP wajib menjaga populasi satwa yang terancam punah. Namun, konservasi ini tak bisa begitu saja dijalankan tanpa adanya bantuan dari segala lapisan masyarakat.

"Dengan berkunjung ke TSP, masyarakat secara tak langsung telah mendukung konservasi satwa," pungkas dia. (lih/Tribunjatim.com)

 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved