Breaking News:

Selama Juli 2020 Ekspor Naik dan Impor Turun, Mendag: Momentum Optimalkan Produk Dalam Negeri

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan, baik pada Juli 2020 maupun secara kumulatif

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto saat memantau harga komoditas di Pasar Wonokromo Surabaya didampingi Wagub Jatim Emil Dardak, Jumat (31/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kinerja ekspor Indonesia pada Juli 2020 menunjukkan peningkatan di
tengah perlambatan perekonomian global.

Kinerja ekspor Indonesia pada periode tersebut mencapai USD 13,7 miliar atau naik 14,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sedangkan impornya menurun sebesar 2,7 persen dibandingkan Juni 2020 (MoM).

“Kita mulai melihat penguatan rantai nilai domestik dimana para pelaku ekonomi lebih mengoptimalkan ketersedian produk-produk di dalam negeri. Momentum penguatan rantai nilai domestik ini harus dipertahankan sebagai motor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto dalam keterangan tertulis yang diterima TribunJatim.com, Jumat (21/8/2020).

Menurut Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan, baik pada Juli 2020 maupun secara kumulatif pada periode Januari—Juli 2020.

Perkiraan Line-up Final Liga Eropa Sevilla vs Inter Milan: Nerazzurri Nantikan Tuah Romelu Lukaku

Tak Lagi Arsiteki Arema FC, Mario Gomez Pilih Merapat ke Borneo FC: Senang Bisa Kembali

Puluhan Santri Ponpes Darussalam Blokagung Positif Covid-19, Kunjungan Wali Santri Dibatasi

Dikatakannya, neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2020 surplus USD 3,3 miliar, naik hampir tiga kali lipat dibandingkan Juni 2020 yang surplus USD 1,2 miliar.

“Peningkatan tersebut didorong perbaikan neraca perdagangan nonmigas dengan mitra dagang utama seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Singapura. Bahkan neraca nonmigas Indonesia dengan Singapura pada Juli 2020 kembali surplus, setelah pada bulan sebelumnya mengalami defisit,” jelas Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto.

Mendag juga menyampaikan, secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari—Juli 2020 surplus USD 8,7 miliar, artinya capaian pada semester pertama 2020 lebih baik dari periode yang sama tahun 2019 yang mengalami defisit USD 2,2 miliar.

“Perbaikan neraca perdagangan itu dikarenakan terjadinya penurunan impor yang lebih tajam dibandingkan penurunan ekspornya,” tandasnya.

Adapun produk ekspor nonmigas yang mengalami pertumbuhan signifikan dikatakan Mendag adalah logam mulia,
perhiasan/permata (HS 71), serta kendaraan dan bagiannya (HS 87).

Ekspor logam mulia dan perhiasan atau permata paling banyak ditujukan ke Swiss, Hong Kong, dan Singapura.

Sementara kendaraan dan bagiannya diekspor ke Filipina, Vietnam, dan Jepang.

“Peningkatan nilai ekspor logam mulia disebabkan adanya kenaikan harga emas dunia pada Juli 2020 sebesar 6,6 persen (MoM), sedangkan peningkatan ekspor kendaraan dan bagiannya menunjukkan produk otomotif asal Indonesia semakin kompetitif dan digemari di pasar Asia,” terang Mendag.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved