Breaking News:

Klaster Baru Pondok Pesantren, Dinkes Banyuwangi Perluas Penelusuran Kontak Pasien dan Sterilisasi

Dinas Kesehatan Banyuwangi terus melakukan penanganan cepat terhadap munculnya kasus konfirmasi positif Covid-19 pada santri.

SURYA/Haorrahman
Pemeriksaan kesehatan, tracing, uji swab dan penyemprotan desinfektan didukung Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi terjun ke pondok pesantren. 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Dinas Kesehatan Banyuwangi terus melakukan penanganan cepat terhadap munculnya kasus konfirmasi positif Covid-19 pada santri di satu di antara pondok pesantren di kabupaten tersebut.

Langkah berupa pemeriksaan kesehatan, tracing, uji swab dan penyemprotan desinfektan ini didukung langsung Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi yang juga ikut terjun ke lokasi.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono mengatakan, terus melakukan penelusuran (tracing) kepada para santri.

Sebelum Meninggal Dunia, Plt Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syaifuddin Sempat Dirawat di Rumah Sakit

UPDATE CORONA di Indonesia Sabtu 22 Agustus 2020, Kasus Baru Tambah 2.090, Total 151.498 Positif

”Mereka yang bergejala ataupun kontak erat dari santri yang yang kemarin terkonfirmasi positif langsung ditangani petugas kesehatan. Kami lakukan uji swab di tempat. Hari ini kami targetkan pengambilan 80 swab santri," kata Rio, sapaan akrab Widji Lestariono, Sabtu (22/8/2020).

Pengambilan uji swab, jelas Rio, dilakukan terutama pada santri yang memiliki gejala mengarah pada Covid-19.

Swab dilakukan di lingkungan pondok untuk memudahkan langkah penanganan.

Perjuangan Dinda Beli Obat Sang Ibu, Sehari Kuat Layani 8 Tamu Seusia Sang Ayah: Sakit Mah Tetep

Cak Nur, PLT Bupati Sidoarjo Meninggal Karena Covid-19

"Fokus kami bukan lagi pada rapid test, tapi santri yang ada gejala Covid 19 langsung kita ambil swab. Ini dilakukan sebagai upaya keras dari kami untuk memutus penyebaran virus ini di kalangan santri sesuai instruksi Pak Bupati Azwar Anas yang terus memantau penanganan ini," kata Rio.

Pemkab Banyuwangi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) dan PMI, lanjut Rio, juga menyemprotkan cairan desinfektan ke kompleks pesantren.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak ponpes untuk penanganan ini. Disinfeksi ini kita lakukan rutin di lingkungan pondok. Kami berharap penularan covid dapat dicegah," kata Rio.

Diberitakan sebelumnya sebanyak 77 santri di pondok pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi terinfeksi Covid-19, setelah awalnya dideteksi oleh Puskesmas dan langsung dilakukan penanganan sesuai protokol kesehatan beberapa hari lalu. (SURYA/Haorrahman)

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: Haorrahman
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved