Breaking News:

Warga Ring 1 di Gresik Diminta Manfaatkan CSR Internet untuk Belajar Daring

Kabupaten Gresik saat ini berada di zona oranye, namun masih belum menentukan kapan proses belajar tatap muka dilakukan

Surya/Willy Abraham
Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim (tengah) memberikan simbolis bantuan CSR bersama Direktur Bisnis dan Pemasaran PT Smelting, Tatsuya Inoue di Gedung Parkir Sub-Contractor Lantai 2 PT Smelting, Gresik, Rabu (19/8/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kabupaten Gresik saat ini berada di zona oranye, namun masih belum menentukan kapan proses pembelajaran tatap muka dilakukan. Yang jelas saat ini, warga diminta menerapkan protokol kesehatan selama pandemi virus Corona atau Covid-19 meski tidak lagi berada di zona merah.

Sekolah di Gresik saat ini masih tertutup, proses belajar masih dilakukan secara daring atau online. Tidak ada proses belajar tatap muka, mereka hanya diberi materi dan tugas melalui smartphone mereka masing-masing.

Guna mempermudah jaringan internet yang digunakan untuk proses belajar daring ini. Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim menyarankan agar warga memanfaatkan fasilitas yang ada. Terutama warga yang berada di ring 1 perusahaan.

Sesuai aturan, warga yang berada di wilayah ring 1 akan mendapatkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang berada di desa tersebut. Orang nomor dua di Kabupaten Gresik ini berharap agar dana CSR itu juga bisa membantu para siswa yang berada di ring 1 untuk belajar secara daring.

“Disetiap perusahaan ada hak warga masyarakat terutama di ring 1 namanya CSR, ada yang melalui pendidikan, ada yang melalui fasilitas yang dibutuhkan oleh desa itu nanti perkembangan berikutnya memberikan manfaat pendidikan untuk anak-anak dapat belajar lebih bagus, mungkin sebagian bisa untuk menyambung jaringan karena daring. Belajar di rumah itu ternyata belum semua desa melakukannya, karena jaringan putus-putus,” terang Qosim kepada TribunJatim.com.

Tangis Sesenggukan Nikita Mirzani Gagal Jadi Duet Anang, Tak Mau Buruk Sangka: Masuklah Syahrini

Sebelum Meninggal Dunia, Plt Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syaifuddin Sempat Dirawat di Rumah Sakit

BREAKING NEWS - Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin Meninggal Dunia

Qosim menyebut manfaat bagi dana CSR bisa membuat sambungan internet di desa yang saat ini belum maksimal. Sehingga proses belajar warga bisa dilakukan di rumah atau di balai desa.

“Melalui ini nanti bisa dimanfaatkan, belajar dari rumah bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengaku data yang diperolehnya, angka kasus covid-19 di Gresik tergolong landai. Mulai dari kasus sembuh dan kasus pasien positif covid-19 baru. Meski begitu, pihaknya belum mengetahui proses belajar kedepannya seperti apa, apakah kembali seperti aktivitas biasa dengan tatap muka di sekolah atau belajar daring seperti saat ini.

“Kami masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Keputusan pemerintah pusat itu kan keputusan nasional,” kata Sambari kepada TribunJatim.com.

Jika keputusan pemerintah pusat sudah turun, tim gugus tugas di Kabupaten akan melakukan rapat. Setelah itu keputusan gugus tugas Kabupaten disampaikan ke pemerintah Provinsi.

“Sebab Kabupaten Gresik beda dengan Kabupaten yang lain, begitu juga Kabupaten yang lain beda dengan Kabupaten Gresik,” tutupnya.

Sementara itu kesiapan sekolah untuk menggelar proses belajar tatap muka sudah menyiapkan protokol kesehatan. Seperti tempat cuci tangan di depan kelas, alat mengukur suhu tubuh dan lain sebagainya. Hanya saja Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik masih belum bisa memastikan kapan proses belajar dimulai. Kadispendik Gresik, Mahin mengaku masih menunggu apa yang menjadi keputusan dari gugus tugas terkait proses belajar.

“Sampai saat ini masih belum ada petunjuk, kami menunggu dari gugus tugas,” tutupnya. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved