Breaking News:

Dua Sekolah Kejuruan di Magetan Belum Diizinkan Belajar Tatap Muka

dua sekolah kejuruan di Kabupaten Magetan belum diberikan rekomendasi dari gugus tugas percepatan penanganan virus Corona atau Covid-19

Surya/ Doni Prasetyo
SMK Yosonegoro ini sekolah pertama di Kabupaten Magetan yang diizinkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 untuk mengadakan kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka setelah menjalani asesmen persyaratan protokol kesehatan. 

 
TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Lantaran belum memenuhi persyaratan protokol kesehatan, dua sekolah kejuruan di Kabupaten Magetan belum diberikan rekomendasi dari gugus tugas percepatan penanganan virus Corona atau Covid-19 Kabupaten Magetan untuk mengadakan Belajar Tatap Muka.

"Beberapa persyaratan belum dipenuhi, seperti wastafel (tempat cuci tangan) masih kurang. Ruang isolasi, tanda keluar masuk siswa, termasuk tulisan himbauan hidup sehat sesuai protokol kesehatan belum ada," kata Joko Trihono anggota Tim Asesmen Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kabupaten Magetan kepada Surya, Selasa (25/8).

Kedua sekolah kejuruan yang belum diizinkan mengadakan kegiatan belajar tatap muka, yaitu SMK PSM 2 Kawedanan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan dan SMK Arrohman, Tegalrejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan sudah memperbolehkan belajar tatap muka untuk sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan.

Namun semua yang diizinkan mengadakan belajar tatap muka sebelumnya harus mengikuti asesmen yang dilakukan Tim Asesmen Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) virus Corona atau Covid-19 Kabupaten Magetan.

"Tim Gugus Tugas meminta sekolah yang belum direkomendasi mengadakan belajar tatap muka agar melengkapi persyaratan terlebih dahulu. Selanjutnya akan dilakukan asesmen kembali," jelas Joko Trihono, yang juga Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magetan ini.

Dikatakan Joko Trihono, beberapa perlengkapan protokol kesehatan yang belum dipenuhi, yaitu tempat cuci tangan, jalur keluar dan masuk siswa atau tanda physical Distancing dan pembatas antara guru dan murid.

"Kecuali tanda physical distancing, tim asesmen juga meminta sekolah swasta itu membatasi siswa didalam kelas yang mengikuti kegiatan belajar tatap muka. Jangan sampai menimbulkan kerumunan, yang berpotensi penularan virus Corona atau Covid-19," kata Joko Trihono kepada TribunJatim.com.

Tim asesmen, lanjut Joko Trihono, akan melakukan pengecekan sekolah SMK PSM 2 Kawedanan, dan SMK Arrohman, Tegalrejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan setelah melengkapi kebutuhan protokol kesehatan.

"Sebelum dilengkapi beberapa persyaratan itu, kami tidak akan merekomendasi untuk pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka," tandas Joko Trihono.(Doni Prasetyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved