Breaking News:

Di Tengah Pandemi Covid-19, PT Semen Indonesia Raih Laba Bersih 26,3 Persen

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui berbagai program inisiatif strategis, berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 26,3 persen

ISTIMEWA
Semen Indonesia - Semen Gresik 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui berbagai program inisiatif strategis, berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 26,3 persen.

Keberhasilan ini atas tantangan pasar yang semakin kompleks dan di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, Kamis (27/8/2020).

Direktur Keuangan SIG, Doddy Sulasmono Diniawan mengatakan, peningkatan kinerja operasional dan keuangan tersebut dicapai melalui berbagai inisiatif strategis.

Pencapaian peningkatan laba bersih sebesar 26,3 persen diraih pada periode Januari hingga Juni 2020, di semester I tahun 2020.

Beberapa inisiatif strategis yaitu cost leadership melalui program transformasi biaya, integrasi berbagai fungsi strategis antar anak usaha dan sinergi dengan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.

Doddy juga mengatakan, meskipun pendapatan menurun sebesar 2 persen, namun dengan berbagai program efisiensi, beban pokok penjualan dapat menurun lebih besar dibandingkan penurunan pendapatan.

Jijik dengan Wajah Jerawatan, Gebetan Langsung Blokir No WA, Tak Tahu Diprank Si Cewek: Untung

Postingan Rizki D Academy Bahas Program Hamil Viral, Kode Soal Istri? Curhat Nadya Terekspos: Eneg

Kampung Ponpes Ndresmo Surabaya Tempat Para Kyai Atur Strategi Perang Lawan Belanda

Sehingga laba kotor Perseroan meningkat sebesar 3,2 persen menjadi Rp 4,81 triliun dibanding semester I tahun 2019. E BITDA meningkat 9,6 persen menjadi Rp 3.47 triliun.

"Laba bersih sebesar 26,3 persen diraih pada periode Januari hingga Juni 2020, di semester I tahun 2020," kata Doddy, dalam rilis humas Semen Indonesia.

Lebih lanjut Doddy mengatakan, ditengah tantangan pasar yang semakin kompleks dan wabah pandemi Covid-19, Perseroan terus berefisiensi, baik dalam hal operasional maupun keuangan melalui pengelolaan utilisasi produksi.

"Efisiensi penggunaan bahan baku, memastikan pengelolaan proses supply chain yang optimal, serta melakukan pengetatan dan meningkatkan kedisiplinan dalam pengelolaan arus kas," imbuhnya.

Sedangkan Direktur Marketing & Supply Chain SIG, Adi Munandir mengatakan, saat ini industri persemenan di Indonesia telah mencapai tingkat kompetisi yang cukup tinggi.

Total kapasitas produksi semen nasional mencapai 112 juta ton, sementara konsumsi semen nasional di tahun 2019 sebesar 69,8 juta ton terdiri dari konsumsi retail sebesar 73 persen dan konsumsi semen curah sebesar 27 persen.

Kondisi ekonomi dunia tahun 2020 sangat terpengaruh oleh pandemi Covid-19 yang menyerang hampir seluruh negara di dunia.
"Merespon kondisi tersebut, Pemerintah mengambil kebijakan untuk mengalokasi dan merealokasi tambahan anggaran untuk penanganan pandemi virus Corona atau Covid-19 dan program pemulihan ekonomi nasional," kata Adi.

Adi menambahkan, Perseroan akan fokus pada penyempurnaan sinergi antar unit dan entitas anak, untuk menciptakan peluang-peluang baru sejalan dengan visi baru Perseroan, yaitu menjadi perusahaan penyedian solusi bahan bangunan terbesar di regional.

"Dengan sinergi yang dijalin antar unit dan entitas anak, Perseroan akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih besar dibandingkan pemain lainnya," imbuhnya. (Sugiyono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved