Seniman Jember Gelar Pameran Seni Rupa, Tumbuhkan Optimisme di Tengah Pagebluk Covid-19

Pagebluk, demikian judul pameran seni rupa yang digelar oleh Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) yang ditempatkan di Johar Plaza, Jember.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yoni Iskandar
sri wahyunik/surya
Pengunjung melihat karya seni rupa dalam pameran Pagebluk yang digelar Dewan Kesenian Jawa Timur di Johar Plaza, Jember, Rabu (26/8/2020) 

 TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pagebluk, demikian judul pameran seni rupa yang digelar oleh Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) yang ditempatkan di Johar Plaza, Jember.

Pagebluk, adalah bahasa Jawa untuk penyebutan kawasan yang dilanda wabah, atau pandemi seperti yang saat ini terjadi.

'To give hope, to inform, to inspire' adalah tagline yang dipakai untuk menggambarkan pameran seni rupa bertajuk 'Pagebluk' tersebut. Ada sekitar 60an karya seni lukis yang dipamerkan dalam pameran seni rupa tersebut.

Perupa yang terlibat adalah seniman asal Kabupaten Jember, juga sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur. Beberapa karya dari pelukis terkenal asal Yogyakarta juga ditampilkan dalam pameran tersebut.

Segala hal terkait pagebluk Covid-19 ditampilkan dalam karya itu. Perupa memaknai pagebluk ini melalui torehan di kanvas mereka. Optimisme juga ditumbuhkan melalui karya tersebut, di tengah kesedihan, dan tekanan di masa pandemi.

Santi Istri Denny Cagur Kulik Ponsel Suami, Pergoki Ganti Nama Wanita di Ponsel Hani Jadi Herman

Atta Halilintar Geram Mantan Kekasih Nyinyiri Aurel Hermansyah Buluk, Sindir Pansos: Iri Bilang Boss

Ahmad Dhani Kenalkan Anak Mulan Jameela ke Sandiaga Uno, Sikap Tiara Savitri Balasi Sapaan Disoroti

Seperti dalam sambutan tertulis Ketua Presidium DKJT Taufik Hidayat, menyebutkan, diharapkan kegiatan itu menjadi ruang bagi seniman khususnya perupa serta masyarakat untuk kembali berinteraksi dalam apresiasi seni di masa pandemi sehingga memunculkan semangat dan harapan bahwa kehidupan akan kembali berjalan normal.

"Sebagaimana tagline pameran Pagebluk ini, yakni to give hope (memberi harapan), to inform (memberi informasi), dan to inspire (menginspirasi)," ujar Taufik.

Pameran Pagebluk itu sengaja diselenggarakan di luar Kota Surabaya, dan Jember akhirnya yang terpilih sebagai lokasi pameran. Taufik berharap, pameran di Jember bisa menjadi momentum kebangkitan perupa Jawa Timur, khususnya seniman kawasan Tapal Kuda.

Perupa lukis asal Jember ada 13 orang yang karyanya dipamerkan. Karya perupa dari daerah sekitar seperti Bondowoso, Lumajang, Probolinggo, Jombang, Sumenep, Gresik, Tuban, Batu, juga Surabaya juga tampil.

Pagebluk Covid-19 ditunjukkan secara beragam melalui karya-karya tersebut. Seperti perupa Nasirun asal Yogyakarta yang menampilkan karya berjudul 'Carangan Dalam Abstrak'. Karya itu menangkap suasana isolasi 14 hari di masa pandemi, juga program pemerintah di rumah saja.

Masker yang menjadi citra mikroskopik Covid-19 juga tampil secara apik di sejumlah karya. Ali Murtadho dari Surabaya memilih judul 'Blue Masker' untuk seni rupa acrylic on canvas yang dia tampilkan. Reta Sulistiana dari Situbondo juga menampilkan masker dalam karyanya yang berjudul 'Kasih Ibu'.

Kasih Ibu menunjukkan seorang ibu memakai masker sambil memeluk anaknya. Atau Hery Sembodo asal Probolinggo yang menggambarkan wajah perempuan memakai masker dalam karyanya berjudul 'Tetap Aman'.

Tidak hanya masker, tetapi ragam polah kehidupan dan perilaku manusia juga tersirat dalam sejumlah karya di pameran Pagebluk. Susmiadi, pelukis asal Kencong, Jember menampilkan gambaran dua orang anak sedang makan semangka dalam karya berjudul 'Tercengang'.

"Situasi pandemi Covid-19 ini terdampak dengan kehidupan sosial ekonomi dan budaya yang memprihatinkan. Karya saya menggambarkan seorang kak yang makan semangka secara terburu-buru untuk dihabiskan, dan adiknya hanya bisa tercengang melihat sang kakak makan semangka secara tidak wajar. Sang kakak makan dua iris semangka, tanpa adiknya tahu. Ini melukiskan, dalam situasi memprihatinkan seperti sekarang masih ada sifat yang tega terhadap sesama, saudaranya sendiri," ujar Susmiadi kepada TribunJatim.com.

Sementara perupa asal Yogyakarta Putu Sutawijaya menampilkan karya berjudul 'Sekurus Apapun Kau Tetap Garudaku'. Karya itu menumbuhkan semangat optimisme di kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah masa pagebluk ini.

Ketua Panitia Lokal Pameran Pagebluk, Saiful Yatim menuturkan, pameran yang berlangsung hingga 27 Agustus 2020 itu mendapatkan respon bagus dari masyarakat.

"Meskipun pameran ini hanya disiapkan dalam kurun waktu sekitar sebulan, namun terbayar dengan antusiasme masyarakat. Animo masyarakat bagus, pengunjung mengalir terus meskipun di hari-hari kerja. Bahkan ketika pembukaan kemarin, sampai ratusan orang berkunjung. Namun kami pastikan, pameran ini tetap menerapkan protokol keselamatan di masa pandemi Covid-19," ujar Yatim.

Pengunjung yang hendak masuk ke plaza tersebut harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh terlebih dahulu. Di depan pintu masuk, juga disediakan tempat mencuci tangan. Pengunjung juga wajib memakai masker. Di arena pameran, juga ada pengaturan alur keluar masuk, sehingga pengunjung tidak saling bertabrakan. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved