Breaking News:

75.000 Pekerja di Mojokerto Terdaftar Sebagai Calon Penerima Subsidi Upah BPJamsostek Rp.2,4 Juta

Disnaker Kabupaten Mojokerto memastikan puluhan ribu pekerja gaji dibawah Rp 5 juta sebagai calon penerima Bantuan Subsidi Upah.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Pipin Tri Anjani
Surya/Mohammad Romadoni
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Mojokerto, Nugroho Budi Sulistyo. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Mojokerto memastikan puluhan ribu pekerja gaji dibawah Rp 5 juta sebagai calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah tercatat aktif kepesertaan BPJAMSOSTEK.

Kepala Disnaker Kabupaten Mojokerto, Nugroho Budi Sulistyo, menjelaskan syarat calon penerima subsidi BSU yaitu pekerja non PNS gaji dibawah Rp 5 juta yang terdaftar kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK aktif minimal Juni 2020.

Sedangkan, bantuan subsidi BSU akan diberikan secara bertahap senilai Rp 600 selama empat bulan atau sekitar Rp.2,4 juta.

Besaran Bantuan Tunai di Masa Pandemi, Insentif Kartu Prakerja, BLT UMKM hingga Subsidi Gaji, Cek!

Menaker Sebut Subsidi Gaji Bukan Diundur Apalagi Dibatalkan, BLT Rp 600 Ribu akan Cair Akhir Agustus

"Data sementara terverifikasi syarat kepesertaan BPJAMSOSTEK sampai bulan Juni 2020 di Kabupaten Mojokerto sekitar 75.000 pekerja," ujar Nugroho kepada Surya.co.id (grup TribunJatim.com), Jumat (28/8/2020).

Ia mengatakan sebenarnya jumlah pekerja di Kabupaten Mojokerto kurang lebih sebanyak 85.600 orang.

Namun dalam proses verifikasi daerah, ada 10.000 pekerja yang dicoret lantaran tidak memenuhi persyaratan yaitu tidak terdaftar/ tidak aktif kepesertaan BPJAMSOSTEK minimal pada Juni 2020, iuran bulan Juni (BPJAMSOSTEK) belum dibayar, tidak update nomor rekening Bank dan data ganda lainnya.

"Proses verifikasi daerah dari sekitar 85.600 pekerja diperoleh 75.000 orang yang memenuhi syarat (Kepesertaan BPJAMSOSTEK)," ungkapnya.

Presiden Jokowi Serahkan Bantuan Subsidi Upah Kepada Pekerja Peserta BPJAMSOSTEK

Menurut dia, yang menentukan pekerja dalam kepesertaan BPJAMSOSTEK sebagai penerima BSU adalah mutlak kebijakan dan wewenang dari Ditjen PHI dan Jamsos (Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan.

"Kita sudah kirim data itu ke pusat di Jakarta yang nantinya akan dilakukan verifikasi ulang oleh Ditjen PHI dan Jamsos," jelasnya.

Dari jumlah 75.000 pekerja memenuhi syarat, tutur Nugroho, mayoritas adalah buruh pabrik dan sisanya pekerja swasta non PNS seperti perangkat Kelurahan atau Desa terdaftar kepesertaan BPJAMSOSTEK.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved