Breaking News:

Pemkab Banyuwangi Dirikan Mini Hospital di Kluster Ponpes Blokagung

Langkah penanganan pada kasus konfirmasi Covid-19 yang terjadi di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Surya/Haorrahman
Pemkab Banyuwangi mendirikan mini hospital di lokasi pondok pesantren darussalam Blokagung 

 TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Langkah penanganan pada kasus konfirmasi Covid-19 yang terjadi di Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dilakukan secara sinergis.

Langkah tersebut dilakukan sinergis bersama Kementerian Kesehatan, Pemprov Jatim, Pemkab Banyuwangi, dan jajaran TNI serta kepolisian.

Pemkab Banyuwangi mendirikan mini hospital di lokasi pondok pesantren tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono mengatakan rumah sakit mini ini dilengkapi sarana pemeriksaan lengkap untuk menunjang proses pemeriksaan kesehatan santri.

Rumah sakit mini tersebut sudah beroperasi sejak Selasa Rumah sakit mini ini, menjadi tempat untuk memeriksa para santri yang mengalami gejala Covid-19. Seperti batuk, pilek, demam, hingga kehilangan kepekaan indera penciuman dan perasa.

“Sudah mulai dioperasikan sejak Selasa (25/8), santri yang kurang sehat diperiksa di sini untuk menentukan penanganan lebih lanjut,” kata Rio, sapaan akrabnya, Jumat (28/8).

Kelakuan Asli Ibu Nadya Dikuak Pengurus Panti Asuhan, Mertua Rizki DA Baru Muncul: Kemarin ke Mana?

Mahasiswa di Palembang Beli Motor Impian Pakai Uang Logam, Nabung 8 Tahun, Hasil Bantu Ibu di Warung

Dinkes Tulungagung Akan Mengevakuasi 13 ODGJ Yang Kembali Mengalami Pemasungan

Satu unit mini hospital itu berisikan sejumlah bed, sarana pemeriksaan hingga tabung oksigen. Sementara untuk petugas ada 10 tenaga kesehatan, yang dibagi menjadi 2 sift.

"Masing-masing bekerja 5 jam. Tidak 24 jam," tambah pria yang biasa dipanggil Rio ini.

Dijelaskan dr. Rio, mini hospital ini dilengkapi berbagai peralatan dan sarana pemeriksaan lengkap, hingga tim medis yang siaga setiap hari. Tim kesehatan dari sejumlah Puskesmas yang lokasinya dekat dengan ponpes itu juga telah dijadwalkan secara bergantian untuk berjaga di mini hospital.

“Setiap hari ada dokter dan perawat yang berjaga di sana. Tentu dengan mengunakan alat pelindung diri (APD) untuk menjaga keselamatan mereka,” ujar dr. Rio kepada TribunJatim.com.

Selain mendirikan rumah sakit mini, kata Rio, tim BPBD juga telah mengirimkan 30 bed ke lokasi. Jumlah ini bisa ditambah jika memang diperlukan.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved