Virus Corona

Nilai Indonesia Carut-marut di Tengah Covid-19, Serikat Mural Surabaya Buat Karya 'NKRI Hari Ini'

Nilai Indonesia carut-marut di tengah pandemi virus Corona. Serikat Mural Surabaya buat karya 'NKRI Hari Ini' di seberang Futsal Dinasty.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Hefty Suud
SURYA/ZAINAL ARIF
Proses menggambar mural di sebrang Lapangan Futsal Dinasty, Jalan Ngagel Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya oleh seniman yang tergabung dalam Serikat Mural Surabaya, Jumat (28/8/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - 2020 menjadi tahun perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yang terasa berbeda.

Pasalnya, tahun ini Indonesia tengah berada di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ) yang menyebabkan melemahnya kondisi negara, baik dari segi sosial, kesehatan, sektor keuangan dan lain sebagainya.

Hal tersebut membuat para seniman yang tergabung kedalam Serikat Mural Surabaya ingin mencoba merekam kondisi tersebut yang mereka nilai sangat carut-marut.

Bioskop Jatim Belum Akan Dibuka Kembali, Timbang Risiko Penularan Covid-19: Kalau Tinggi, Direm Dulu

Dipanggil Bawaslu Diduga Melanggar Netralitas Pilkada 2020, ASN Pemkab Gresik: Saya Tantang!

Mulai dari kejanggalan kebakaran gedung Kejaksaan Agung. Darurat lingkungan dengan penangkapan sejumlah aktivis tanah adat oleh aparat memperjuangkan tanahnya.

Semua keanehan yang mereka rasakan, seluruhnya dituang dalam gambar mural yang terletak di dinding seberang lapangan Futsal Dinasty, Jalan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya.

Founder Serikat Mural dan Inisiator Gerakan Mural, Alfajr Xgo W mengatakan mural yang digambar oleh para seniman berjudul NKRI Hari Ini.

Sinopsis Da 5 Bloods, Film Drama Perang Dibintang Aktor Chadwick Boseman, Populer di Netflix

Resmi Dapat Rekomendasi PKS, Gus Ipul Pacu Pemenangan Pilkada Kota Pasuruan 2020

"Dibukanya kembali tempat tempat publik seperti bioskop, mall, bandara dan lain-lain, namun sekolah masih diterapkan sistem online atas nama mengurangi penyebaran virus Covid-19 dan banyak lagi carut marut lainnya di negeri para bedebah ini," ungkap Xgo, Sabtu (29/8/2020).

Di dalam mural tersebut, digambarkan sebuah simbol dewi keadilan dan gedung yang terbakar, aparat melawan petani, demontran yang menolak omnibuslaw, anak kecil berseragam SD dengan logo WIFI di topi yang digunakan serta pejabat pemerintah yang duduk santai membawa buku kitab korupsi.

"Kami para seniman berharap masyarakat paham dengan melihat gambar mural ini, bahwa sedang dalam situasi negara sedang kacau balau oleh permainan politik dan kepentingan elite yang menjadi penumpang gelap Covid-19," pungkasnya.

Penulis: Zainal Arif

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved