Breaking News:

Virus Corona di Magetan

Insentif Covid-19 Tenaga Medis Megatan Senilai Rp 3 M Belum Cair, Diduga Ngendon di Kasda

Sekitar 100 tenaga kesehatan yang menangani dan merawat pasien Covid-19 di RSUD dr Sayidiman, Kabupaten Magetan, Jawa Timur mulai resah.

TRiBUNJATIM.COM/DONI PRASETYO
Sebanyak 4.496 PNS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan wartawan yang menjalani rapid tes, di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid 19, di stadion Yoso Negoro, Kabupaten Magetan 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sekitar 100 tenaga kesehatan yang menangani dan merawat pasien Covid-19 di RSUD dr Sayidiman, Kabupaten Magetan, Jawa Timur mulai resah.

Pasalnya, informasi insentif Covid-19 sudah diberikan Pemerintah Pusat sejak ahkir Juli 2020 lalu, namun sampai akhir Agustus 2020 ini belum diterima.

"Kami jujur, mengharap insentif yang dijanjikan pemerintah itu. Tapi faktanya sampai sekarang belum kami terima. Padahal, informasinya sudah ditransfer Pemerintah Pusat sejak akhir Juli 2020 lalu," kata seorang tenaga medis RSUD Magetan, yang minta tidak disebutkan namanya kepada Surya, Kamis (30/8).

Dikatakannya, tenaga medis yang terlibat penanganan pasien Corona virus disease 2019 atau Covid-19 ada di tiga ruangan di RSUD dr Sayidiman, Magetan, yaitu di Instalasi Gawat Darurat (IGD), IRNA 5 dan IRNA 6.

"Kita dengar dengar, insentif atau kompensasi itu akan dibagi rata, tenaga medis dan non medis semua dapat. Kalau itu bener dilakukan, artinya ada pelanggaran Kepmenkes No HK 01.07/MENKES/392/2020," katanya.

Detik-detik Ruko Jalan Kranggan Terbakar, Asap Masuk Pasar Blauran: Semua Toko Langsung Tutup

Ducati Disebut-sebut Jatuh Hati Kepada Murid Valentino Rossi, Bakal Gantikan Andrea Dovizioso?

Besok Khofifah Akan Evaluasi Uji Coba Sekolah Tatap Muka Bersama Tiga Menteri, Ini Harapannya

Dikatakannya, dia bersama sejumlah temannya yang berada di ketiga ruang perawatan dan penanganan Covid-19 itu tidak akan rela kalau nantinya insentif Covid-19 itu dibagi rata untuk seluruh karyawan dan tenaga kesehatan di RSUD Magetan ini.

"Kita tenaga medis di RSUD dr Sayidiman tidak rela, kami yang bekerja mati matian selama kurang lebih enam bulan dengan resiko tertular dan meninggal mendapat insentif sama dengan tenaga medis yang tidak menangani atau tenaga adninistrasi. Kami harap pimpinan dan Dinkes tahu itu," katanya.

Dirut RSUD dr Sayidiman, Kabupaten Magetan Catur Widayat yang dikonfirmasi mengatakan dana insentif itu ada di Kasda, karena transfer Pemerintah Pusat langsung ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

"Kita hanya mengajukan tenaga medis yang terlibat, selanjutnya Pemerintah Pusat yang menyeleksi, berapa yang disetujui. Dan dana itu semua ditransfer Pemerintah Pusat langsung ke Kasda," kata Dirut Catur singkat kepada Surya, Kamis (30/8).

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Suci Lestari yang dikonfirmasi membenarkan menerima transfer dana insentif Covid-19 dari Pemerintah Pusat itu, sekitar akhir Juli 2020 lalu.

"Benar dana insentif sebesar Rp 3 miliar lebih itu sudah ada di Kasda, di transfer Pemerintah Pusat akhir bulan Juli 2020 lalu. Tapi untuk lebih jelasnya RSUD atau Dinkes yang tahu berapa tenaga medis penerima insentif itu," kata Suci Lestari kepada Surya, Minggu (30/8).(tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved