Breaking News:

Racik dan Jual Miras Oplosan Bikin Korban Keracunan, Warga Menganti Ini Dituntut 1 Tahun Penjara

Terbukti jual miras oplosan mengakibatkan korban keracunan. Indra Irawan, warga Kecamatan Menganti, dituntut Kejaksaan Negeri Gresik 1 tahun penjara.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
MIRAS - Sidang di Pengadilan Negeri Gresik atas kasus miras oplosan, Selasa (1/9/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Terdakwa Indra Irawan, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik hukuman penjara satu tahun, Selasa (1/9/2020).

Warga Dusun Grogol, Desa Laban, Kecamatan Menganti itu terbukti menjual miras oplosan dan mengakibatkan korban keracunan, 

Jaksa Nurul Istiana, mengatakan, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 62 ayat (1) Juncto Pasal 8 ayat (1) huruf g dan i, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Usut Penembakan di Gerai ATM Jalan Kawi, Polresta Malang Kota Kumpulkan Barang Bukti dan Olah TKP

Dyah Katarina Siap Sumbangkan Suaranya Meski Namanya Tak Dapat Rekom PDIP di Pilwali Surabaya

Selain itu, terdakwa memproduksi dan memperdagangkan barang tanpa memasang label sesuai ketentuan aturan pada botol minuman. Ternyata, botol tersebut berisi miras oplosan.

"Terdakwa terbukti bersalah telah menjual minuman beralkohol jenis arak tanpa izin, tanpa lebel dan keterangan produksi. Sehingga pembeli mengalami keracunan. Menuntut terdakwa Indra Irawan dengan hukuman penjara selama satu tahun," kata Nurul.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa Indra Irawan yang ditangkap jajaran Polres Gresik pada April 2020, hanya bisa pasrah, sebab banyak korban yang dirawat ke rumah sakit. Hal itu diduga dari miras yang diracik dan dijual belikan secara umum.

Dyah Katarina Siap Sumbangkan Suaranya Meski Namanya Tak Dapat Rekom PDIP di Pilwali Surabaya

Disperindag Jatim Bentuk Jatim IT Creative, Dukung Bisnis Startup di Tengah Pandemi Covid-19

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe, memastikan bahwa miras jenis arak yang dijual terdakwa tidak memiliki izin. Sehingga, sidang ditunda pekan depan dengan agenda pembelaan.

"Silahkan terdakwa menyampaikan pembelaannya dalam persidangan pekan depan," kata Fransiskus Arkadeus Ruwe.

Penulis: Sugiyono

Editor: Heftys Suud

Penulis: Sugiyono
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved