Sebut Sujiwo Tejo Sebagai Insipirasi Bermusik, Apri Damai: Lagu Karep Kromo Punya Arti Ingin Menikah

Penulis dan musisi, yakni Apri Damai telah sukses merilis dua karya lagunya yang beejudul “Banyu Wening” dan “Karep Kromo”.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Pipin Tri Anjani
Istimewa/TibunJatim.com
Apri Damai sukses menulis lagunya sendiri dan dua karyanya telah rilis, yakni “Banyu Wening” dan “Karep Kromo” 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penulis dan musisi, yakni Apri Damai telah sukses merilis dua karya lagunya yang beejudul “Banyu Wening” dan “Karep Kromo”.

Lagu kedua berjudul Karep Kromo punya arti tentang keinginan kuat untuk segera menikah.

Sukses merilis dua karya lagunya, Damai mengungkapkan bahwa karya bermusiknya banyak terpengaruh musisi idolanya yakni Sujiwo Tejo.

Sukses Rilis Dua Lagu, Apri Damai Sebut Menulis Musik untuk Mematik Imaji

Tuntutan Meggy Wulandari Nafkahi Anak-anak, Kiwil Mengaku Sudah Lepas Tangan: Jangan Sangkut Pautkan

"Selain sama-sama mendalang, musikalitas Sujiwo Tejo selalu saya jadikan referensi dalam menulis lagu, seperti misalnya tentang lirik dengan bahasa khas, eksperimen musik, serta ekspresi menyanyi Sujiwo Tejo memberikan gairah menjalani hidup,” ungkap Damai saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Selasa (1/9/2020).

Selain itu, adapula karya-karya fenomenal Didi Kempot, Manthous, dan Sunyahni sering ia dengarkan sedari kecil.

Terkait lagunya yang berjudul Karep Kromo, ia mengatakan punya karakter tentang tema yang sederhana, namun kekuatan lagu ini adalah dari bahasa yang digunakan.

"Bahasa yang unik akan mematik imajinasi pendengar, seperti misalnya 'Dimas kekayun atu iki wes nyoto, Yayi pun kakang kondho, dadi sigaring nyowo”, demikian sedikit lirik dalam bait kedua lagu Karep Kromo kata Damai.

Damai menggunakan bahasa Jawa Kuno (bahasa pewayangan), Jawa Kromo, sekaligus Jawa Ngoko yang dikolaborasikan dengan apik di lagu Karep Kromo.

Kiwil Enggan Jenguk Meggy Wulandari yang Sakit, Sikap Istri Pertama Diungkit soal Perceraian: Larang

Gairah menyongsong pernikahan juga mewarnai lagu itu.

Kegelisahan nembung sampai dengan kegembiraan dua hari menjadi satu seperti lirik pada Karep Kromo yang berbunyi ”kembange dironce-ronce, dipasang mbale, aku lan koe dadi nyawiji”.

Ia juga mengatakan, harapannya lagu Karep Kromo yang ia rilis dapat merasuk langsung kehati para pendengarnya, khususnya saat sedang bergembira menikmati suasana pernikahan.

"Semoga lagu ini dapat menjadi salah satu soundtrack siapa saja yang sedang memulai lembaran kegembiraan pernikahan," tandasnya.

Editor: Pipin Tri Anjani

Daftar 3 Bank Penyalur BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Bagaimana Bila Tak Punya Rekening? Simak Penjelasannya!

UMK 2021 Berpotensi Lebih Rendah dari Besaran UMK 2020, Berapa Nominalnya?

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved