Breaking News:

Dinas Lingkungan Hidup Sampang Berencana Menambah Sarana TPA di Kecamatan Ketapang

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang, Madura berencana akan melengkapi sarana dan prasarana untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Ketapang.

TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang, Jalan Barisan Indah Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura. 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang, Madura berencana akan melengkapi sarana dan prasarana untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Ketapang.

Pasalnya, dari dua TPA yang ada di Kota Bahari, sarana TPA tersebut dinilai belum lengkap bila dibandingkan dengan TPA yang ada di Desa Gunung Maddah Kecamatan Sampang.

Plt Kepala DLH Sampang, Faisol Ansori mengatakan sarana dan prasarana TPA di Kecamatan Ketapang masih banyak yang perlu ditambahkan lantaran hanya tempat pembuangannya saja yang disediakan.

Krisdayanti Ingin Fokus Urus Anaknya dengan Raul Lemos, soal Aurel Pilih Mundur: Jangan Melibatkan

Terkuak Permintaan Terakhir Adjie Massaid, Soal Reza Artamevia Bukan Angelina, Aaliyah: Ibu Gak Bisa

Namun, yang perlu difokuskan terlebih dahulu merupakan sarana pendukung guna menampung sampah warga di tiga wilayah kecamatan di Pantura diantaranya, Kecamatan Banyuates, Ketapang, dan Sokobanah.

"Sarana itu seperti, akses transportasi, kantor, saluran air dan pos jaga, hal itu yang paling dibutuhkan dalam memaksimalkan pengoperasian TPA di Kecamatan Ketapang," ujarnya kepada TribunMadura.com (grup TribunJatim.com), (6/8/2020).

Kendati demikian, penambahan tersebut akan dilakukan pada tahun depan sebab, tahun 2020 anggaran khusus yang digunakan untuk memenuhi penambahan sarana masih belum ada.

Ahmad Dhani Semprot Sikap Anak Mulan Pada Putra Maia, Safeea Malah Balik Kesal: Lebih Mending Aku

"Tahun ini tidak ada aktifitas penambahan, karena masih tahap pengusulan," terang Faisol Ansori.

Selain itu, lahan yang dimiliki oleh TPA Kecamatan Ketapang masih belum ideal karena lahan yang dibutuhkan seluas empat hektar, sedangkan saat ini masih satu hektare.

Faisol Ansori menyampaikan, minimal luas lahan empat hektar karena menampung sampah warga di tiga kecamatan.

Namun, rencana untuk meluaskan lahan tersebut, masih belum terlalu dibutuhkan, mengingat kondisi lahan saat ini masih dapat menampung sampah satu sampai empat tahun kedepan.

"Kami belum melakukan pengajuan untuk penambahan lahan itu karena sementara ini masih cukup menampung sampah yang ada," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama

Editor: Pipin Tri Anjani

Kelakuan Suwarsih Bikin Anang Hermansyah Kesal sampai Nyindir, Sang ART Ngaku Lebih Takut ke Ashanty

Kasus Covid-19 di Nganjuk Melejit Capai 344 Orang Empat Hari Terakhir, Terbaru Tambah 16 Kasus

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved