Breaking News:

Wali Kota Blitar Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan untuk Cegah Stunting

Wali Kota Blitar, Santoso mengikuti Kampanye Gemarikan atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan di Dinas Ketahanan Pangandan Pertanian Kota Blitar

Surya/samsul hadi
Wali Kota Blitar, Santoso memberikan bantuan daging kemasan dan ikan segar kepada masyarakat dalam acara Kampanye Gemarikan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Selasa (8/9/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Wali Kota Blitar, Santoso mengikuti Kampanye Gemarikan atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Selasa (8/9/2020).

Dalam acara itu, Wali Kota juga menyerahkan bantuan daging dalam kemasan dan ikan segar dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim kepada masyarakat Kota Blitar.

Santoso mengatakan Kampanye Gemarikan ini dalam rangka memutus rantai kasus stunting pada anak di Kota Blitar. Stunting adalah gangguan pertumbuhan terhadap anak karena kekurangan asupan gizi.

"Dengan Kampanye Gemarikan ini kami ingin memutus rantai stunting pada anak di Kota Blitar. Dengan memberikan gizi yang cukup pada anak maka tidak akan terjadi kasus stunting," kata Santoso.

Dikatakannya, tingkat konsumsi ikan di Kota Blitar lumayan tinggi, yaitu, 21,4 kilogram per kapita per tahun. Sedang standar tingkat konsumsi ikan secara nasional, yaitu, 22-30 kilogram per kapita per tahun.

"Kami akan terus meningkatkan tingkat konsumsi ikan di masyarakat. Agar asupan gizi masyarakat terpenuhi. Tidak perlu ikan mahal, ikan lele dan ikan gurami sudah cukup untuk memenuhi gizi masyarakat," ujarnya.

Santoso juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim yang telah memberikan bantuan daging dalam kemasan dan ikan segar kepada masyarakat Kota Blitar.

Bantuan daging dan ikan segar itu akan menambah kebutuhan gizi masyarakat di masa pandemi virus Corona atau Covid-19.

"Asupan gizi yang cukup akan meningkatkan imunitas masyarakat. Dengan begitu, masyarakat tidak mudah terpapar virus di masa pandemi Covid-19," katanya.

PJT I akan Ajak Mahasiswa Bahas Mikroplastik di Sungai Brantas

Masih Buka Pendaftaran, Untag Surabaya Ingin Wadahi Keinginan Calon Mahasiswa yang Mau Kuliah

Kepala Seksi Akses Pasar Promosi dan Logistik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim, Farida mengatakan Kampanye Gemarikan ini untuk memasyarakatkan kebiasaan mengkonsumsi ikan. Ikan merupakan sumber protein hewani yang baik untuk pertumbuhan sel-sel tubuh manusia.

Terutama untuk pertumbuhan sel-sel otak yang dimulai saat janin, balita sampai usia dewasa. Karena ikan kayak akan asam lemak omega 3, vitamin, dan mineral.

"Oleh karena itu, pentingnya makan ikan terutama bagi anak-anak. Banyak pilihan ikan untuk memenuhi protein, mulai ikan lele, ikan nila, ikan patin, dan ikan laut. Dan banyak ikan lain yang bisa menjadi pilihan karena harga terjangkau," katanya.

Dikatakannya, mengkonsumsi ikan dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta dapat mencegah stunting. Mengkonsumsi ikan tiga kali dalam seminggu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi pada balita. "Terutama pada balita yang terdeteksi mengalami stunting," ujarnya. (sha/adv/TribunJatim.com).

 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved