Breaking News:

7 Guru di Sampang Reaktif Covid-19, Penambahan Lembaga untuk Uji Coba Tatap Muka Tetap Terlaksana

Dinas Pendidikan Sampang tetap bersikeras merealisasikan penambahan lembaga sekolah untuk menjalankan KBM tatap muka terbatas di tengah pandemi.

TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Suasana uji coba KBM tatap muka terbatas di SMP Negeri 1 Sampang Jalan Wijaya Kusuma Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (9/9/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Dinas Pendidikan Sampang, Madura tetap bersikeras merealisasikan penambahan lembaga sekolah tingkat SD/SMP untuk menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka terbatas di tengah pandemi Covid-19, Rabu (9/9/2020).

Terbukti, rencana penambahan lembaga sekolah di setiap wilayah kecamata se Kabupaten Sampang tersebut terealisasikan sesuai jadwal yakni, 9 Agustus 2020 meskipun, pada uji coba tahap sebelumnya ada tujuh guru reaktif Covid-19.

Pantauan TribunMadura.com (grup TribunJatim.com), salah satu lembaga sekolah tingkat SMP di Kecamatan Sampang tepatnya, SMP Negeri 1 Sampang siswanya sudah mulai masuk.

Wajah 5 Artis Indonesia yang Berubah Drastis setelah Operasi Plastik, Pipi Tirus dan Dagu Lancip

Cara Konfirmasi SMS Notifikasi Subsidi Gaji atau BLT BPJS, Ada 3,5 Juta Rekening Cair di Tahap 3

Pada hari pertama uji coba, protokol kesehatan diterapkan secara ketat oleh pihak sekolah seperti, pemeriksaan suhu tubuh di pintu gerbang sekolah.

Kemudian, juga tersedia tempat cuci tangan dengan air mengalir beserta handsanitiser di area ruang kelas.

Sedangkan, para siswa wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker atau pelindung wajah (face field) dan mengatur jarak bangku siswa dengan jarak sekitar 1,5 meter.

Plt. Kepala Disdik Sampang, Nor Alam membenarkan, bahwa penambahan lembaga sekolah dalam melaksanakan uji coba KBM tatap muka terbatas tetap terlaksana.

Bocor T Pacar Baru Verrell Bramasta Pengganti Natasha Wilona, Bukan Febby Rastanty dan Ranty Maria

Sebab, terkait adanya tujuh guru reaktif saat menjalankan rapid tes, saat ini sudah dilakukan upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

Dengan cara mengintruksikan agar melakukan isolasi mandiri selama dua pekan.

"Tujuh guru diketahui reaktif dari wilayah Kecamatan Torjun dan kami imbau agar mereka tidak datang ke sekolah, dalam arti menjalankan isolasi mandiri," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved