Breaking News:

Petani di Sampang Keluhkan Harga Tembakau Anjlok hingga 50% dari Musim Sebelumnya

Petani tembakau di Kabupaten Sampang, Madura keluhkan harga tembakau musim kali ini anjlok, Rabu (9/9/2020).

TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Kondisi tembakau di Desa Patarongan Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (9/9/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Petani tembakau di Kabupaten Sampang, Madura keluhkan harga tembakau musim kali ini anjlok, Rabu (9/9/2020).

Salah satu petani tembakau di Sampang, Addol (50) asal Desa Patarongan Kecamatan Torjun mengatakan, turunnya harga tembakau pada musim panen tahun ini tidak main-main.

Sebab, penurunannya hingga mencapai 50 persen dari harga standardnya padahal, kualitas hasil tani miliknya jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Viral PNS Wanita Minta Dana Pelunas Utang dan Cari Jodoh, Ngaku Perawan & Minta Mahar Sejumlah Umur

Pengakuan Venna Melinda soal Pacar Verrell Bramasta, Harus Dekat, Sikap ke Febby dan Ranty Disorot

Dijelaskan, sebagai petani system penjualan hasil tanam tembakau miliknya dengan cara borongan, dalam arti harga ditentukan sesuai jumlah tembakau dilahan miliknya.

"Tahun sebelumnya tembakau yang saya tanam berjumlah sekitar 5.000 bibit ditawar oleh pedagang hingga seharga Rp 4 juta," ujarnya.

"Tapi musim ini harganya hanya Rp 2 juta itu pun kualitasnya jauh lebih bagus dari tahun sebelumnya," imbuh Addol saat ditemui diteras rumahnya.

Wajah 5 Artis Indonesia yang Berubah Drastis setelah Operasi Plastik, Pipi Tirus dan Dagu Lancip

Ia menilai, penyebab rendahnya harga musim ini dikarenakan pandemi Covid-19 sehingga, jumlah pedagang (pengulak) sangat berkurang.

"Kami ingin menjual tembakau mahal tapi tidak ada pedagang yang membeli, jadi mau tidak mau harus mengikuti harga yang ditawarkan oleh pedagang," terangnya.

"Saking hampir tidak adanya pedagang (pengulak) membuat para petani di Desa Patarongan khawatir tembakaunya tidak laku sehingga, dalam satu lahan ditanami dua jenis tanaman yakni, tembakau dan jagung," tambahnya.

Irwan Mussry Kerap Susah Diatur, Maia Sebut 1 Sosok yang Mampu: Hanya Dia yang Bisa Atur-atur Bojoku

Sementara, salah satu pedagang asal Desa Patarongan, Sukur (45) menyampaikan, sebelum tembakau dijual ke pabrikan, pihaknya harus mengeringkan tembakau yang baru di beli dari petani.

Sedangkan, untuk harga jual tembakau kepada pabrik, kata sukur memang mengalami penurunan pesat sebab, menurut pantauannya sejumlah pabrik rokok hanya dua saja yang buka.

"Ada dua pabrik yang menerima penjualan tembakau milik warga yakni, pabrik Sampoerna dan gudang garam," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved