Breaking News:

Tega Kakek di Magetan Cabuli Cucu Tetangga Tiap Jelang Subuh, 'Bayaran' Terakhir Buat Bayar Sekolah

Kakek 64 tahun warga Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan cabuli tetangganya masih kelas 4 SD. dikeler ke Polres Magetan.

SURYA/DONI PRASETYO
Kanit PPA Satreskrim Polres Magetan Iptu Minarni turun langsung melakukan penyidikan kepada Juwari (64), tersangka pencabulan AP (11,8) siswi kelas 4 SD, cucu tetangganya yang rumahnya berhimpitan. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Teganya Juwari (64) cabuli cucu tetangganya yang masih kelas empat sekolah dasar, setiap jelang subuh. 

Perbuatan keji warga Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan ini dilakukan saat nenek korban mengais rejeki sebagai buruh tani di sawah.

"Kasus pencabulan ini terungkap, karena tetangga korban, Sudarsini (50) heran melihat korban punya uang banyak, kemungkinan ini tidak biasa. Marsini (54) nenek korban, setelah mendapat pengakuan korban, akhirnya melapor,"kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Magetan AKP Ryan Wira Raja Pratama, Rabu (9/9/2020).

Warga Binaan Lapas Kelas II Kediri Simpan Sabu 10,09 Gram, Tersangka Digiring ke Polres Kediri Kota

Krisdayanti Telepon Aurel Tanya soal Atta Halilintar, Beri 1 Pesan, tentang Pernikahan: Masih Remaja

Dikatakan AKP Ryan, rumah tersangka dan korban ini berhimpitan. Sesuai keterangan tersangka, korban dicabuli sebanyak tiga kali.

Perlakuan cabul tersangka empat anak ini dilakukan setiap menjelang Subuh, saat nenek korban berangkat kerja sebagai buruh tani.

"Aksi cabul yang dilakukan tersangka ini beda antara pengakuan tersangka dan korban, tersangka mengaku mencabuli korban tiga kali. Tapi korban mengaku dicabuli enam kali, saat neneknya ke sawah dan adiknya tidur di kamar lain," katanya.

Sepuluh Poket Sabu Ditemukan dalam Tas, Penjual Ubi Cilembu di Surabaya Digelandang ke Polsek

Kenang Sosok Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama, Anies Baswedan: Jasa dan Kontribusinya Luar Biasa

Diungkapkan Kasat Reskrim, setiap selesai mencabuli, korban selalu memberikan uang tutup mulut yang jumlahnya bervariasi.

Namun yang ketiga, sesuai pengakuan tersangka, pemberian uangnya terbanyak, karena korban minta untuk bayar sekolah.

"Pertama seusai dicabuli, korban diberi Rp 30 ribu, yang kedua Rp 40 ribu dan terakhir karena korban minta untuk bayar sekolah dan diberikan lebih sekitar Rp 400 ribu,"ujar AKP Ryan.

Akibat perbuatanya, lanjut AKP Ryan, tersangka dijerat dengan pasal 82 Jo pasal 76E UURI No 17 tahun 2016 pengagnti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved