Breaking News:

Pemprov Jatim Ajukan Pinjaman Daerah PEN Rp 507 Miliar untuk Empat Proyek Besar

Pemerintah Provinsi Jawa Timur ambil tawaran pinjaman daerah pada pemerintah pusat demi mendorong pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Surya/Fatimatuz Zahroh
Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil kesempatan untuk mengambil tawaran pinjaman daerah pada pemerintah pusat demi mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tengah pandemi Covid-19. Tak tanggung tanggung besar pinjaman daerah yang diambil oleh Pemprov Jatim sebesar Rp 507 miliar.

Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono mengatakan bahwa pinjaman daerah sebesar Rp 507 miliar yang diajukan Pemprov Jatim tersebut digunakan untuk empat jenis program besar pembangunan di Jawa Timur.

Pertama yaitu untuk pembangunan rumah sakit, pelabuhan perikanan, pembangunan jalan di Sidoarjo serta untuk pengembangan koperasi susu di Jatim.

Lawan Main Rhoma Irama di Gitar Tua Dulu Jadi Aktris Mahal, Kini Nasib Berubah, Rela Jual Martabak

Dana Kesehatan untuk Penanganan Covid-19 di Jawa Timur Ditambah Rp 340 Miliar

“Kita memang memanfaatkan pinjaman daerah untuk sejumlah proyek strategis. Pertama untuk pengembangan rumah sakit RSUD Dr Soetomo, kedua untuk pembebasan lahan untuk Puspa Agro, kemudian untuk beberapa pelabuhan ikan dan untuk law agreement industri koperasi susu sapi,” tegas Heru Tjahjono, Kamis (10/9/2020).

Pertama untuk pengembangan RSUD dr Soetomo. Di rumah sakit rujukan utama Covid-19 sudah ada gedung yang sudah jadi namun belum dilengkapi dengan sarana kesehatan yang memadai guna bisa melayani pasien. Sehingga dalam pengajuan pinjaman daerah dari pemerintah pusat kali ini, Pemprov Jatim mengajukan anggaran untuk pembiayaan tersebut.

Plt Kepala Bappeda Jatim Bobby Soemiarsono mengatakan bahwa khusus untuk pengembangan RSUD dr Soetomo ini dalam pinjaman daerah dialokasikan sebesar Rp 85 miliar.

Irwan Mussry Kerap Susah Diatur, Maia Sebut 1 Sosok yang Mampu: Hanya Dia yang Bisa Atur-atur Bojoku

“Nanti biaya tersebut bukan hanya untuk alkes tapi juga untuk instalasi dan pembangunan kebutuhan ruang rawatnya, karena pada dasarnya untuk gedungnya sudah ada,” kata Bobby.

Berikutnya yang juga diajukan dalam pinjaman daerah juga adalah law agreement untuk sejumlah koperasi susu sapi di Jawa Timur. Anggaran untuk pembiayaan ini diajukan Rp 25 miliar. Nantinya pinjaman untuk gabungan koperasi susu ini akan dilewatkan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur atau Bank Jatim.

Selanjutnya untuk pembebasan lahan jalan akses Puspa Agro di Sidoarjo juga diajukan dalam pinjaman daerah pemerintah pusat. Pasalnya pembebasan lahan ini digunakan untuk membangun akses jalan dari Puspa Agro menuju tol Surabaya Porong agar akses kendaraan lebih lancar dan membangkitkan sektor ekonomi di Puspa Agro. Anggaran untuk urusan ini diajukan sebesar Rp 39 miliar.

Pelajar SMP di Surabaya Mengolah Sampah Kemasan Sachet Menjadi Berbagai Produk Ekonomis

“Berikutnya yang keembpat sisanya dari Rp 507 miliar yaitu Rp 200 sekian miliar itu untuk pembangunan beberapa pelabuhan ikan. Totalnya sda sembilan titik, saya nggak hafal titiknya mana saja namun salah satunya di Lamongan,” tegas Bobby.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Pusat memberikan program pinjaman untuk pemerintah daerah dengan jangka waktu sepuluh tahun dengan bunga nol persen demi mendorong pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Pinjaman ini memiliki grace period maksimal dua tahun. (SURYA/Fatimatuz Zahroh)

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved