Breaking News:

Tulungagung Kekurangan 56.000 Rumah, Pengembang Enggan Membangun Rumah Bersubsidi, Kenapa?

Angka backlog (kekurangan kebutuhan perumahan) di Kabupaten Tulungagung mencapai 56.000, karena minimnya pembangunan rumah untuk MBR.

TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Salah satu rumah bersubsidi yang dibangun di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Kamis (10/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Angka backlog (kekurangan kebutuhan perumahan) di Kabupaten Tulungagung mencapai 56.000.

Salah satu penyebabnya karena minimnya pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dampaknya, banyak keluarga yang mengontrak, atau tinggal bersama keluarga lain.

Menurut Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Sumber Daya Air Kabupaten Tulungagung, Anang Pratistianto, hingga saat ini belum ada solusi untuk mengejar backlog ini.

“Di Tulungagung sangat minim pembangunan perumahan bersubsidi. Sementara Rusunawa (rumah susun sederhana sewa) juga belum selesai dibangun,” terang Anang Pratistianto, Kamis (10/9/2020).

Pemkab Tulungagung mendapat bantuan Rusunawa dari pemerintah pusat.

Aset Pemkab Tulungagung Bekas Kali Mati Dikuasai Warga, Disperumkim Bersiap Lakukan Penertiban

Antisipasi Kerusuhan Sah-sahan PSHT, Polres Tulungagung Musnahkan 3.000 Lebih Botol Miras

Saat ini proses pembangunan sudah selesai, namun masih proses pengisian mebeler.

Sedangkan dari angka 56.000 itu didominasi oleh keluarga muda.

“Sekitar 60 persen dari keluarga yang belum punya rumah itu dari kalangan milenial,” sambung Anang Pratistianto.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved