Breaking News:

Warga Kompak Menolak Adanya Penambangan Pasir Laut di Pulau Bawean, Ini Alasannya

Warga Pulau Bawean menolak penambangan pasir laut di perairan laut Pulau Bawean karena dikhawatirkan akan merusak lingkungan.

Istimewa/TibunJatim.com
Wakil Bupati Gresik, Moh. Qosim (batik biru), meresmikan tempat wisata alam Beto Cellong di Pajinggahan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak Bawean, Sabtu (25/7/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Warga Pulau Bawean menolak penambangan pasir laut di perairan laut Pulau Bawean. Sebab, dikhawatirkan akan merusak lingkungan, khususnya biota laut, Sabtu (12/9/2020).

Satu di antaranya disampaikan anggota DPRD Kabupaten Gresik Musa, bahwa sebagai wakil rakyat sangat tidak setuju ada penambangan pasir laut di Pulau Bawean, sebab secara jangka panjang akan merusak lingkungan dan biota laut.

Menurut Musa, dampak lingkungan tidak dirasakan secara langsung saat ini. Namun, akan dirasakan oleh anak cucu warga Pulau Bawean pasa masa mendatang.

Insiden Pengantin Wanita Nangis di Pojokan Gegara Riasannya, Suami Takut Viral, Pingsan: Guna-guna

Banyak Nakes dan Karyawan Terinfeksi Covid-19, Dua RS di Lumajang Tutup Layanan Inap dan UGD

Sehingga, rencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan izin penambangan pasir laut harus dibatalkan.

“Salah satunya sudah pasti berdampak pada potensi perikanan di Pulau Bawean. Kita tidak ingin kerusakan lingkungan dirasakan oleh anak cucu kita dimasa mendatang,” kata Musa, yang juga putra daerah Pulau Bawean.

Lebih lanjut anggota DPRD Kabupaten Gresik Fraksi Nasdem tersebut, masyarakat Pulau Bawean juga sudah menggelar rapat bersamama Muspika. Hasilnya, warga tidak setuju ada penambangan pasir laut di Pulau Bawean.

“Kami sebagai wakil masyarakat, menolak secara tegas rencana penambangan pasir laut di perairan Pulau Bawean. Terutama para nelayan sangat terdampak,” imbuhnya.

5 Artis Indonesia yang Tanam Benang Demi Paras Awet Muda Bak Gadis, Ada yang Dilakukan di Perutnya

Hal yang sama juga disampaikan Multazam, warga Pulau Bawean, bahwa hasil rapat bersama Muspika dan para tokoh masyarakat sangat keberatan adanya penambangan pasir laut.

Sebab pariwisata di Pulau Bawean sudah terkenal hingga manca negara. Hal itu karena keindahan alam dan lautnya.

“Masyarakat Pulau Bawean sudah sering melakukan konservasi alam, sehingga jangan sampai konservasi tersebut rusak akibat penambangan pasir laut. Bisa-bisa pulau bawean terjadi longsor bawah di dasar laut,” kata Multazam. (SURYA/Sugiyono)

Editor: Pipin Tri Anjani

Harga Tiket Masuk Tempat Wisata Atlantis Land Surabaya per September 2020, Ada Promo September Ceria

Pendatang dan Warga Surabaya dari Luar Kota Wajib Swab Test, Ini Pertimbangan Pemkot

Penulis: Sugiyono
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved