Breaking News:

Pengurus Demisioner TITD Kwan Sing Bio Tuban Gugat Dirjen Bimas Buddha ke PTUN

Pengurus Demisioner TITD Kwan Sing Bio, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menggugat Dirjen Bimas Buddha, Caliadi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)

istimewa
Kuasa hukum Pengurus Demisioner TITD Kwan Sing Bio laporkan ke PTUN Jakarta 

 TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pengurus Demisioner TITD Kwan Sing Bio Tuban di Kabupaten Tuban, Jawa Timur  menggugat Dirjen Bimas Buddha, Caliadi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Gugatan yang dilayangkan kordinator seksi Agama Konghucu, Bambang Djoko Santoso, meminta agar Dirjen Bimas Buddha Kemenag mencabut Tanda Daftar Rumah Ibadah Buddha di Kelenteng Kwan Sing Bio.

Kuasa hukum Bambang Djoko Santoso, Farida Sulistyani mengatakan, objek gugatan tanda daftar Rumah Ibadah Buddha (08.60.35.23.00708) tertanggal 8 Juli 2020 yang dikeluarkan oleh tergugat Dirjen Bimas Buddha melalui surat Dirjen Bimas atau tergugat No B 1196.DJ.VII/DT.VII.1/BA.01.1/07/2020 dan Sistem Informasi dan Organisasi Rumah Ibadah yang termuat dalam sioribuddha.kemenag.go.id, yang diterbitkan sesuai dengan Surat Keputusan tergugat no 324/2017 tentang petunjuk teknis Sistem Informasi Organisasi dan Rumah Ibadah Buddha yang memuat dan menyebutkan adanya Tempat Ibadah Buddha di Tuban usia 0 tahun dengan Ketua Mardjojo.

"Terbitnya Surat Tanda Daftar Rumah Ibadah Buddha oleh Dirjen Bimas Rumah Ibadah Buddha kita gugat atas Klenteng Kwan Sing Bio ke PTUN Jakarta, gugatan kita lakukan Jumat kemarin," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (14/9/2020).

Dijelaskannya, Pengadilan Negeri Tuban juga telah memutus pada sidang perdata atas inisiator dan fasilitator pemilihan pengurus TITD Kwan Sing Bio yang diketuai oleh Mardjojo dan Ketua Penilik Tan Mi Ang.

Irwan Mussry Traktir Al El Dul Belanja sampai Kalap, Maia Bengong Lihat Tagihannya, Kasir: Juara Sih

Harga Tiket Masuk De Djawatan, Tempat Wisata Populer Banyuwangi, Lihat Rute dan Jam Bukanya!

BREAKING NEWS: Kebakaran di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Nampak Kepulan Asap dari Basement

Kepengurusan mereka dianggap tidak sah dan batal demi hukum, karena mekanisme pemilihan tidak sesuai AD/ART, sesuai hasil putusan nomor 11/PDT.G/2020/PN.Tbn tertanggal 30 Juli 2020.

Sehingga dia meminta agar Dirjen mencabut surat tanda daftar rumah ibadah Buddha.

"Kepengurusan mereka Mardjojo CS sudah diputus pengadilan tidak sah, makanya kita gugat surat dari Dirjen Bimas Buddha terkait surat tanda daftar rumah ibadah Buddha yang diketuai Mardjojo. Terlebih Kwan Sing Bio adalah Kelenteng bukan vihara," pungkasnya.

Ketua penilik demisioner TITD Kwan Sing Bio Tuban, Alim Sugiantoro menambahkan, Kwan Sing Bio adalah kelenteng sejak 200 tahun silam. Bio itu berarti kelenteng, bukan vihara dan rumah Buddha.

Perubahan status inilah yang membuat konflik semakin berkepanjangan, hingga berujung pada penutupan kelenteng. Proses pembuatan tanda daftar itu diduga tidak diverifikasi dengan cermat dan banyak yang salah.

Halaman
12
Penulis: M Sudarsono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved