Breaking News:

Bongkar Cara Raja Cendol Sukses Bisnis Startup dengan Kembangan Produk, 'Tanya Diri Sendiri dan Tim'

Pengembangan produk disebut kunci sukses bisnis startup. Bingung? Simak 3 faktor dasar yang wajib diketahui dari CEO Radja Cendol, Danu Sofwan.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
CEO Radja Cendol (Randol), Danu Sofwan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tertarik menjalankan bisnis starup? Pengembangan dari sisi produk (product management) tidak kalah penting diterpakan.

Terkait itu, satu diantara pebisnis starup asal Indonesia, yakni Radja Cendol (Randol) beranggapan bahwa pentingnya mengembangan sisi produk agar bisnis startup bisa sukses.

Sebab pada skala startup, umumnya di dalamnya terdapat proses bisnis yang berjalan untuk berjuang pada revenue.

Disperumkim Tulungagung Mematok Ribuan Meter Tanah Bekas Sungai Ngrowo yang Kini Dimanfaatkan Warga

Gubernur Khofifah dan Gus Ipul Duet Bareng Judika di Pembukaan East Java Green Scout Innovation

Apalagi, sifat produk berbeda dengan tools internal atau software custom, karena produk umumnya dinikmati oleh konsumen yang heterogen dan banyak.

CEO Radja Cendol (Randol), Danu Sofwan mengungkapkan setidaknya, ada beberapa faktor yang menjadi dasar Randol mengembangkan produk.

"Pertama, produk harus extraordinary di mana Randol saat itu sebagai pelopor minuman cendol susu yang belum banyak ada di pasaran, bahkan melawan arus tren pasar yang lebih menggemari minuman berbahan dasar bubble," ujar Danu saat dikonfirmasi Tribun Jatim, Rabu (16/9/2020).

Tingkah Ayah Lesty Kejora Merespon Isu Putrinya Dilamar, Rizky Billar Salting: Pertanyaan Apa Itu

Lima Poin Hasil Audiensi dalam Aksi FRONTAL Jilid II dengan Dinas di Provinsi Jawa Timur

Kedua, kata Danu, yakni menetentukan USP (unique selling proposition) dari produk yang bukan hanya sekadar unik, tapi juga punya nilai jual.

Dan yang ketiga, dikatakannya, adanya unsur history dengan memasukkan cerita dari nilai produk sehingga pelanggan dapat melihat nyawa brand kita di setiap produk.

“Jadi kesimpulannya, pastikan nilai produk bisa memberikan customer experience yang positif agar secara otomatis dipromosikan dari mulut ke mulut (words of mouth). Bangun positioning yang tepat. Tanyakan ke diri sendiri dan tim, ingin dikenal sebagai apa bisnis Anda di mata konsumen,” kata Danu.

Untuk mengembangkan produk kuliner seperti Randol, Danu juga memastikan jika produknya sesuai dengan selera masyarakat di daerah maupun kota yang ingin ia tuju dengan cara blind testing serta kuesioner.

"Selain itu, walaupun Randol bermula dari kios kecil, saya selalu memastikan bahwa seluruh pegawainya memiliki SOP (Standard Operating Procedure) dan KPI (Key Performance Indicator) yang ketat, agar kualitas yang disampaikan kepada konsumen dapat terjaga," tandasnya.

Penulis: Fikri Firmansyah

Editor: Heftys Suud

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved