Breaking News:

Jumlah SPBU di Jatim yang Sudah Go Digital Capai 86,1 Persen

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus mencatat jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jatim yang sudah

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ilustrasi transaksi nontunai di SPBU Pertamina, Rabu (1/7/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus mencatat jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jatim yang sudah go digital mencapai 86,1 persen. Jumlah itu sebanyak 759 SPBU hingga pertengahan September 2020 ini.

"Jumlah SPBU di Jatim mencapai 882 SPBU yang direncanakan untuk implementasi teknologi digital di wilayah Jatim dan sudah tercapai di 86,1 persen tersebut," kata Rustam Aji, Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V, Rabu (16/9/2020).

Lebih lanjut, Rustam mengatakan, digitalisasi di Pertamina, telah dilakukan di semua lini bisnis. Mulai dari hulu hingga hilir.

"Melalui Digitalisasi SPBU, termasuk pengembangan aplikasi MyPertamina, kami juga memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” jelas Rustam.

Secara total, di seluruh wilayah MOR V yang meliputi Jatim, Bali, NTB, dan NTT, Program Digitalisasi SPBU telah diterapkan di 1.009 SPBU.

Download Lagu-lagu Koplo Kalia Siska MP3 feat SKA86 & DJ Kentrung, Ku Puja Puja hingga Berbeza Kasta

Sumur Misterius di Bondowoso, Istri Abdul Bermimpi Didatangi Pria Mmisterius

Anak Syok Lihat Bungkus Bawang Belanjaan Ibu, Kertasnya Ternyata Surat Sakti, Isi Tak Sembarangan

“Di wilayah MOR V, total ada 1.209 SPBU yang direncanakan akan dilakukan digitalisasi, bersinergi dengan Telkom. Artinya sudah 83.5 persen," lanjut Rustam.

Sedang selebihnya dalam proses persiapan serta pemasangan sejumlah perangkat pendukung.
Dengan Program Digitalisasi SPBU, maka Pertamina dapat memantau kondisi stok BBM, penjualan BBM, dan transaksi pembayaran di SPBU secara real-time.

Konsep digitalisasi adalah dengan merekam seluruh data transaksi dan stok SPBU secara akurat pada waktu yang faktual, di mana dari setiap nozzle/selang pengisian BBM ke kendaraan konsumen dibuatkan sesuai sistem sedemikian rupa, sehingga secara langsung dapat memberikan data konsumsi dan penjualan setiap SPBU.

“Dengan program digitalisasi ini, Pertamina dapat mengetahui jika terdapat SPBU yang akan kehabisan persediaan produk BBM, sehingga dapat segera ditindaklanjuti dengan upaya pengiriman BBM ke SPBU tersebut,” jelas Rustam.

Digitalisasi juga mewujudkan cashless payment antara Pertamina dengan pemilik SPBU, serta pemilik SPBU dengan konsumen.

Rustam juga menambahkan, bahwa program ini dapat meningkatkan pengawasan penyaluran BBM, khususnya yang bersubsidi yaitu Biosolar (B30) dan penugasan yaitu Premium. Hal tersebut dimungkinkan karena data-data tersebut juga dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan BPH Migas.

Selain itu, Pertamina juga memberikan kemudahan bagi konsumen untuk membeli produk-produk Pertamina dengan cara pembayaran non tunai (cashless payment). Pembayaran non tunai di SPBU dapat dilakukan baik melalui fasilitas yang telah dikerjasamakan dengan berbagai perbankan maupun dengan Link Aja yang telah terintegrasi dengan aplikasi MyPertamina.

"Kedua cara ini merupakan langkah konkret Pertamina dalam menerapkan transparansi dalam menjalankan penugasan dari pemerintah sekaligus meningkatkan kemudahan bagi masyarakat dalam membeli produk Pertamina," tandas Rustam.(Sri Hand Lestari/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved