Breaking News:

Khofifah Titipkan 16.000 Masker Pada TKSK, Pendamping PKH, Pendamping Desa dan Tagana

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan sebanyak 16.000 masker pada tagana, pendamping PKH, pendamping desa, dan TKSK

(Surya/Fatimatuz zahroh)
Hari ini, Rabu (16/9/2020), Gubernur Khofifah membagikan sebanyak 16.000 masker pada tagana, pendamping PKH, pendamping desa, dan TKSK serta sebanyak 26 ventilator pada 15 rumah sakit rujukan covid-19 di Sidoarjo, Mojokerto dan Pasuruan. 

 TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Gencarnya operasi yustisi dalam rangka penegakan protokol kesehatan (prokes) dengan penerapan sanksi denda administratif pada pelanggar aturan juga diimbangi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan pembagian masker.

Hari ini, Rabu (16/9/2020), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan sebanyak 16.000 masker pada tagana, pendamping PKH, pendamping desa, dan TKSK untuk dibagikan pada warga masyarakat Jawa Timur khususnya para warga penerima manfaat.

Dengan begitu, Khofifah berharap bahwa langkah law enforcement juga diimbangi dengan langkah tertib yang dilakukan oleh masyarakat dengan aktif mengenakan masker, menjaga jarak, tidak berkerumun.

Pembagian masker itu dilakukan Khofifah berbarengan dengan kegiatan pembagian ventilator pada sebanyak 15 rumah sakit yang ada di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten dan Kota Pasuruan serta Kabupaten dan Kota Mojokerto yang dilakukan di Pendopo Sidoarjo siang.

“Saya titipkan masker ini pada pendamping PKH supaya diberikan pada keluarga penerima manfaat, begitu juga dengan pendamping desa disampaikan ke penerima BLT dana desa, lalu pada TKSK tolong disapaukan ke penerima BPNT, kalau Tagana tolong disampaikan pada semua yang membutuhkan,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai membagikan masker kepada TribunJatim.com.

Enggan Menyapu Fasum, 11 Warga Bangkalan yang Tidak Pakai Masker Memilih Bayar Denda Rp 50 Ribu

Persiapan Rizky Billar Jika Tak Jodoh dengan Lesty, Bocor Permintaan Pilu ke Gebetan: Kalaupun Nanti

Syekh Ali Jaber Akan Mengisi Acara di Jawa Timur Setelah Insiden Penusukan, Ini Kata Polda Jatim

Ia mengatakan bahwa garda terdepan dalam penanganan pandemi sejatinya bukan hanya dari segi kuratif. Namun adalah masyarakat dengan taat protokol kesehatan (prokes). Yaitu dengan mengenakan masker, menjaga jarak dan juga tidak berkerumun.

“Sekarang sudah gencar dilakukan operasi yustisi. Dari pada terjaring, lebih baik kenakan masker. Tak cukup hanya pakai, tapi pakai masker dengan cata yang benar dan aman. Jangan di bawah hidung apalagi di bawah dagu,” tegas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada TribunJatim.com.

Sebagaimana diketahui, mulai pekan ini seluruh kabupaten kota di Jawa Timur serentak menerapkan Pergub Nomor Nomor 53 Tahun 2020 yang mengatur tentang sanksi bagi mereka yang melanggar aturan protokol kesehatan. Dalam pergub tersebut diberlakukan sanksi pelanggaran pada perorangan mencapai Rp 250 ribu. Namun disesuaikan juga dengan wilayah kabupaten kota yang diatur dalam Perbup dan Perwali.

“Penegakan aturan taat protokol kesehatan kni memang harus dilakukan dengan cara-cara yang agak memaksa. Dari rakor bersama menko, Surabaya Sidoarjo dan Gresik masih harus menjadi semua pihak. Mari kita jaga bersama agar pandemi ini bisa kita kendalikan,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Khofifah juga membagikan 26 unit alat ventilator pada 15 rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten dan Kota Pasuruan serta Kabupaten dan Kota Mojokerto.

Yaitu RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo sebanyak 1 unit, RSUD dr. Soedarsono sebanyak 4 unit, RSUD Prof. Dr. Soekandar sebanyak 2 unit, RSUD Bangil sebanyak 3 unit, RSUD Grati sebanyak 1 unit, RSI Siti Hajar Sidoarjo sebanyak 2 unit, RSU Mitra Keluarga Waru sebanyak 2 unit, RSU Siti Khodijah sebanyak 2 unit, RS Anwar Medika sebanyak 2 unit.

Kemudian juga dibagikan untuk RS Citra Medika sebanyak 1 unit, RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong sebanyak 1 unit, RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan sebanyak 1 unit, RS Arafah Anwar Medika sebanyak 1 unit, RS Al-Islam H.M Mawardi sebianyak 1 unit, RS Rahman Rahim sebanyak 1 unit.

“Ventilator bagi rumah sakit itu sangat penting. Dan penggunaannya tidak mudah. Makanya dalam pembagian ventilator ini yang kita syaratkan adalah ada dokter anastesi,” tegas Khofifah. (Fatimatuz zahroh/Tribunjatim.com)

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved