Breaking News:

Pilkada Kota Surabaya

Warga Kalimas Surabaya Terharu Tunggu 40 Tahun Air Bersih Baru Bisa Dinikmati

Yuyun Sayuna (42), warga Kalimas Baru, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, tidak bisa menahan bahagia dan haru. Bersama ratusan warga yang lain di ka

SURYA/NURAINI FAIQ
Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya Mujiaman menyatakan permintaan maaf atas mampetnya air PDAM. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Yuyun Sayuna (42), warga Kalimas Baru, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, tidak bisa menahan bahagia dan haru. Bersama ratusan warga yang lain di kampung yang sama, selama 40 tahun menunggu air bersih.

Baru era Direktur Utama Mujiaman Sukirno, kebutuhan dasar air bersih warga di kampung itu terpenuhi. Tepatnya sejak April 2019, seluruh warga kampung Perak Barat itu bisa merasakan bahagia tak ternilai.

"Saya masih ingat semasa kecil sulit mandi. Air beli gledekan sehingga harus dihemat. Berkat Pak Mujiaman, tidak pernah warga merasa sebahagia melihat air mengucur di kampung. Baru kali ini ketemu orang yang membahagiakan seluruh kampung," kata Yuyun yang juga Ketua RT 12/RW 9 Kalimas Baru kepada TribunJatim.com, Rabu (16/9/2020).

Warga di kampung itu tidak bisa melupakan jasa Mujiaman. Begitu bakal calon wali kota ini berkunjung ke kampung tersebut, warga dan semua RT guyub kompak menyambut Mujiaman. Mantan Dirut PDAM ini telah memberi manfaat air bersih kepada 113 KK.

Mujiaman terus menyisir kampung yang di depan rumah mereka sudah dipasang Kran air dan tempat cuci tangan. Air yang lancar mengalir itu sangat diperlukan saat pandemi corona untuk cuci tangan sebagai pencegahan.

Pantauan di lokasi, Mujiaman disambut hangat dan penuh kekeluargaan. Mereka tahunya PDAM.

Ajun Diprotes Istri Kamar RS Kekecilan Tak Bisa Mesra-mesraan, Rencana Iseng Ipel Bocor: Nakutin

Kagetnya Pria di Malang Saat Diberitahu Ada yang Jatuh dari Jembatan: Pak, Anaknya Jatuh ke Sungai?

FAKTA Viral Emak Gunting Bendera Merah Putih, Sulut Emosi Ajudan Prabowo, Intel TNI & Polisi Gercep

"Monggo Pak Mujiaman. Baru tahu orangnya. Peduli. Pantas puluhan tahun kami tak ada air, beliau bisa mewujudkan impian terbesar kami," kata Zubaidi, warga yang lain.

Bergantian warga terus menyambut hangat Mujiaman dari rumah mereka masing-masing. Ada yang menyapa sambil cuci baju dan ada yang beraktivitas bersih-bersih dengan air PDAM. Mujiaman terhenti saat melihat perempuan sepuh menyunggi nampan jualan rujak.

"Monggo ndamel masker ya. Corona belum usai. Semoga warga di sini sehat selalu. Jangan bergerombol," kata Mujiaman mengedukasi warga sambil memberi masker ke penjual rujak ini.

Mujiaman pun membantu memasangkan masker untuk simbah pedagang rujak. Terus, Mujiaman menyapa warga yang saat ini tidak lagi kesulitan air bersih. Sebelum ini, mereka beli air gledekan.

Rata-rata sehari habis Rp 20.000 untuk kebutuhan air. Mereka membeli di geledekan. Per satu jeligen Rp 1.500. Dalam sebulan bisa Rp 600.000 untuk warga. Pasca sentuhan Mujiaman, sebulan warga mengeluarkan uang paling mahal Rp 50.000.

"Warga di sini juga warga Surabaya. Selama 40 tahun saya mendengar dan menemukan formula yang tepat. Kami pasangi master meter agar air bisa mengalir hingga kampung. Layanan dasar air adalah gak asal," kata Mujiaman kepada TribunJatim.com.

Mujiaman berniat agar seluruh persoalan kampung harus diprioritaskan. Jangan Terus persoalkan menumpuk di kampung. Persoalan hunian layak dan problematika urban termasuk Sanitasi dan MCK harus mendasar dipenuhi dulu.

Mujiaman bersama Machfud Arifin akan membangun kota seutuhnya. Maju kotane, makmur Wargane. Warga Surabaya saat ini harus dicukupi kebutuhan mendasar mereka.

"Masalah urban paling mendesak adalah hunian. Sing penting warga Surabaya Iki mangan cukup, tidur nyenyak, dan bisa rekreasi Endek-endekan," kata Alumnus ITS ini. (Faiq/Tribunjatim.com)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved