Breaking News:

Ratusan Warga Surabaya Kena Razia Tak Pakai Masker, Disidang di Taman Bungkul, Bayar Denda Rp52 Ribu

Setidaknya, operasi tersebut dilakukan secara serentak diseluruh kawasan Surabaya, yang dibagi menjadi tiga tim.

TRIBUNJATIM.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
warga terjaring operasi yustisi oleh Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan di Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah diresmikan langsung oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Fadil Imran dan Forkompimda Jatim diantaranya Pandam V Brawijaya, Mayjend TNI Widodo Iryansyah serta Sekda Provinsi Jatim Heru Tjahjono di halaman Mapolrestabes Surabaya secara simbolik, Rabu (16/9/2020) malam, Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan langsung tancap gas.

Setidaknya,operasi tersebut dilakukan secara serentak di seluruh kawasan Surabaya, yang dibagi menjadi tiga tim.

Untuk tim 1, bergerak di kawasan Surabaya Barat - Utara. Tim 2, di kawasan Surabaya Selatan, dan Tim 3, di kawasan Surabaya Timur.

Gelar Razia di Malam Hari, Petugas Jaring Ratusan Warga Surabaya yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

BERITA TERPOPULER JATIM: Puluhan Orang Terjaring Razia Protokol Kesehatan - Klaster Baru Bermunculan

Lupa Pakai Masker dan Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Warga Kota Blitar Kena Denda Rp 20.000

Hasilnya ratusan warga surabaya terjaring razia yustisi oleh tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 yang terdiri dari TNI-Polri, Satpol PP dan Pengadilan Negeri Surabaya.

Selanjutnya para pelanggar dikenakan tilang KTP dan dibawa ke Taman Bungkul Surabaya, untuk dilakukan penegakan hukum protokol kesehatan.

Di tempat tersebut sudah di siapkan tempat sidang yang dilengkapi dengan Hakim dan panitera, selanjutnya pelanggar dapat membayar denda di loket pembayaran yang telah di sediakan.

Untuk pelanggar yang tak pakai masker harus membayar denda sebesar 52 ribu rupiah, 50 ribu rupiah untuk denda pelanggaran, dan 2 ribu rupiah untuk biaya perkara.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk patuh dari berbagai regulasi yang sudah diberlakukan baik melalui Inpres, Pergub maupun perwali.

"Prinsipnya penegakan hukum ini sebagai langkah terkahir untuk mengajak masyarakat patuh untuk kebaikan kita semua, untuk kesehatan kita, perlindungan kita, keamanan kita, dan semuanya.

Maka penegakan itu dilakukan antara lain melalui operasi yustisi. Harapannya kepatuhan dari seluruh elemen masyarakat semakin meningkat" kata Khofifah, Rabu (16/9/2020).

Khofifah menambahkan, operasi dan penegakan hukum itu bukan bertujuan untuk semakin menyusahkan masyarakat, melainkan membentuk kesadaran baru yang seharusnya dimulai sejak Maret 2020 lalu.

"Ini bukan untuk menyusahkan warga, tetapi senagai upaya membangun kesadaran. Bisa kita lihat masih banyak warga Surabaya khususnya yang belum patuh protokol kesehatan.

Berikutnya adalah tentu kita ingin derajat kesehatan kita juga semakin meningkat, bagaimana cara kita untuk melindungi diri kita dan orang lain. antara lain, menggunakan masker, physical distancing." Pungkasnya.

Selain melakukan penegakan hukum terhadap pelanggar ptotokol kesehatan, petugas juga menyediakan personil untuk melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat yang baru saja digunakan untuk berkerumun.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved