Breaking News:

Pensiunan Polisi di Magetan ini Sukses Beternak Merpati Balap, Jadi Juara Harganya Ratusan Juta

Edy Susanto, peternak burung merpati balap warga Kelurahan Bulukerto, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini tidak asing lagi

Surya/ Doni Prasetyo
Hari hari Edy Susanto, pensiunan Polisi Magetan, ditemani asistennya, kini disibukkan dengan burung merpati balap yang dibudidayakan, hasilnya beberapa even lokal maupun nasional balap burung merpati dijuarai. Tak pelak, burung merpati balapnya dihargai hingga puluhan juta rupiah. 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Nama Edy Susanto, peternak burung merpati balap warga Kelurahan Bulukerto, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini tidak asing lagi di komunitas penghobi burung merpati balap di tanah air.

Berbagai event balap burung merpati tingkat lokal maupun nasional berhasil dijuarai, ini yang membuat nama peternak burung merpati balap semakin moncer. Tidak hanya itu, burung merpati balap yang diternakkan bisa dihargai sampai puluhan juta rupiah.

"Sudah tidak terhitung burung merpati balap yang saya ternakkan menjuarai berbagai even lokal maupun nasional. Dari sini penghobi balap burung merpati mengenal penangkaran burung merpati balap saya," kata Edy Susanto kepada Surya, Jumat (18/9).

Dikatakan pensiunan Polisi ini, 8 burung merpati balap yang ditangkarkan dan berhasil memenangi event-event lokal maupun nasional, per ekor bisa dihargai sampai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

"Harga di seratus jutaan, untuk merpati balap yang berhasil menjuarai diberbagai eventitu masih belum seberapa. Karena merpati balap yang berhasil menjuarai event di tingkat nasional bisa dihargai sampai miliaran rupiah," kata Edy Susanto.

Tragedi Maut Pesta Pernikahan, Tuan Rumah Tewas Mengenaskan, 1 Tamu Datang Bawa Pisau: Saya Terpaksa

Dicekoki Miras dan Digilir 2 Cowok, Viral Foto Cewek Berhijab Nyaris Telanjang di Hutan Probolinggo

KPU Sidoarjo Tunda Penetapan Satu Pasangan Calon di Pilkada Sidoarjo

Menurut Edy Susanto, saat ini burung merpati yang siap balap ada 15 ekor. Dari 15 ekor burung merpati itu, hampir seluruhnya pernah menjuarai berbagai kejuaran baik lokal maupun nasional.

"Burung merpati balap kita yang siap berlaga ada sekitar 15 ekor. Dari jumlah 15 ekor burung merpati itu yang pernah balap ke tingkat lokal dan nasional," katanya kepada TribunJatim.com.

Namun begitu, tambah Edy Susanto, kalau lokalan biasa kita anggap Sparring partner (latih tanding) sebelum ajang balap, paling tidak setingkat nasional," kata Edy Susanto yang purna Polri sejak setahun lalu ini .

Kesehariannya, Edy Susanto dibantu Gunarso, asistennya sekaligus joki balapnya mengurus burung balapnya yang jumlahnya puluhan ekor, namun dikandangkan sepasang sepasang dengan sistem baterai di halaman rumahnya.

"Burung merpati balap yang sudah jadi ada sebanyak 15 pasang, siap dilombakan diberbagai even regional maupun nasional. Kalau kejuaraan lokal kita anggap latihan tanding aja," kata Edy Susanto kepada TribunJatim.com.

"Untuk mengawinkan atau menangkarkan merpati balap, membutuhkan proses cukup panjang dan butuh kesabaran. Calon burung balap harus dijodohkan agar birahi itu saat diadu memuncak," kata Edy Susanto seraya mengatakan tidak cukup dijodohkan untuk merangsang birahi merpati balap, tapi butuh juga jamu dan makanan yang didatangkan dari Madura.

"Kalau merpati balap saya yang sudah siap terjun di even even balap merpati harganya mulai Rp 9 juta - Rp 15 juta sepasang. Harga burup balap saya ini masih //low class// (klas rendah), yang high class (klas tinggi) harganya fantastis bisa sampai tiga miliar sepasang," tandas Edy Susanto.(tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved