Breaking News:

Tito Karnavian Tak Setuju Kampanye Pilkada 2020 Dibatasi, PBNU & PP Muhammadiyah Minta Ditunda

Mendagri Tito Karnavian tak setuju jika kampanye Pilkada 2020 dibatasi, PBNU dan PP Muhammadiyah minta penyelanggaran ditunda saja.

Penulis: Alga | Editor: Sudarma Adi
setkab.go.id
Pilkada serentak 2020 

Mantan Kapolri ini mengusulkan agar maksimal hanya 50 orang.

Dia mendorong adanya konser secara virtual yang bisa dibagikan melalui siaran streaming, sehingga bisa dilihat dan disaksikan oleh banyak orang.

Gisella Anastasia Ingin Rujuk, Roy Marten Wanti-wanti ke Gading Jangan Cari Artis Lagi: Ribet!

"Kalau 50 orang prinsipnya jaga jarak bisa dan digelar di ruangan tertutup bukan di ruang terbuka sambil mendorong kampanye daring."

"Kemudian kampanye daring itu bisa mencapai ribuan orang, ratusan ribu, apalagi live streaming," tutur Tito Karnavian.

"Kemudian konser pun boleh, konser daring seperti beberapa kali dilakukan yang diinisiasi oleh Ketua MPR."

"Misalnya konser daring yang pidato di ruangan ini, musiknya di sana, pendengarnya di tempat lain," harap mantan Kapolda Papua ini.

Bocor Sikap Gading ke Gisel Pasca Cerai, Ayah Gempi Tolak Tegas Eks Istri? Orang Gak Perlu Tahu

Senada, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj meminta pemerintah menunda pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Menurutnya, pelaksanaan Pilkada serentak 2020 sebaiknya ditunda hingga status darurat pandemi ini dapat dilewati bersama.

Permintaan Said Aqil Siroj ditujukan untuk KPU, pemerintah, dan DPR RI.

"Meminta kepada Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, pemerintah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk menunda pelaksanaan tahapan Pilkada serentak tahun 2020 hingga tahap darurat kesehatan terlewati," ujarnya, dikutip dari Kompas.com.

Baru Terungkap Inti Permasalahan Gading-Gisel Sampai Cerai, Hampir 2 Tahun Disimpan? Sudah Capek

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved