Virus Corona

Cara Paling Gampang Selamatkan Omzet Bisnis Kuliner Saat Pandemi, Coach Ino: Kenali 7 Tangga Ini

Coach Bisnis Kuliner, Ino Permana bagikan cara paling gampang menyelamatkan omzet bisnis kuliner yang tenggelam terdampak pandemi Covid-19.

Penulis: Mayang Essa | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM
Ino Permana, Coach Bisnis Kuliner. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mayang Essa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bisnis kuliner menjadi salah satu bisnis yang tak pernah ada matinya. Sebab setiap hari orang mengkonsumsi makanan. 

Meski begitu, menjalankan bisnis kuliner tidaklah mudah. Terlebih saat pandemi virus Corona ( Covid-19 ), omzet bisnis kuliner bisa menurun terdampak.

Untuk itu, Coach Bisnis Kuliner, Ino Permana memberikan cara paling gampang dalam menyelamatkan omzet bisnis kuliner yang tenggelam akibat pandemi. 

Pilkada di Tengah Pandemi Berisiko Klaster Baru Covid-19, Kadinkes Malang: Kampanye Daring, Aman

Harga Tiket Masuk Pasir Putih Karanggongso Trenggalek, Jelajah Pantai Pakai Banana Boat, ini Rutenya

“ Yang menjadi penolong bisnis kuliner saat anjlok yaitu pelanggan. Karena mencari pelanggan baru sangat sulit daripadaa mendatangkan pelanggan lama,” ungkapnya dalam Business Culinary, Selasa (22/9/2020). 

Imbuhnya, pelanggan menjadi penolong omzet bisnis kuliner.

Lanjut, Coach Ino pun menjelaskan bagaimana cara mendapatkan pelanggan setia.

Atta Halilintar Diminta Ganti Cewek & Putusin Aurel, Seumur Hidup Bro, Ngomel ke Kru: Nyusahin Lu

Raffi Ahmad Gelontorkan Rp 350 Juta untuk Swab Test Pegawai, Bahkan Tukang Bangunan Karena Khawatir

Salah satunya dengan mengenal tujuh tangga customer yang memiliki tingkatan paling dasar yaitu Suspek. Artinya calon pelanggan yang cocok dengan target pasar yang akan dibidik. 

“Tingkatan kedua yaitu prospek, calon pelanggan akan mendatangi atau mencari informasi. Dimana suspek yang telah merespon iklan,” lanjutnya. 

Ketiga yaitu pelanggan, dimana orang yang membeli produk lebih dari sekali. 

Selanjutnya yaitu member yang pelanggan mendapatkan rasa memiliki bisnis kuliner tersebut. 

“Tingkatan teratas kedua yaitu advokat customer yang sukarela mempromosikan bisnis yang kita miliki. Sedangkan tingkatan paling tinggi yakni penggemar fanatik yang tanpa henti menjual untuk anda,” ungkapnya. 

Dengan mengenal tujuh tangga tersebut, seorang pebisnis kuliner harus mampu mendorong customer untuk naik tingkat ke tangga yang lebih tinggi. 

“Semakin tinggi tingkat konsumen, semakin mudah pula mendapatkan konsumen. Semakin tinggi tangga konsumen, semakin mudah ia memberikan referensi ke pelanggan lain,” tutupnya. 

Penulis: Mayang Essa

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved