Breaking News:

Kronologi Hajatan Wayang di Ponorogo Diminta Polisi Ditunda, Videonya Sampai Viral di Media Sosial

Inilah kronologi hajatan wayang di Ponorogo di datangi polisi. Sang pemilik hajatan diminta polisi menundanya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Januar
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pengumuman kepolisian untuk menunda pagelaran wayang kulit di Ponorogo. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Inilah kronologi hajatan wayang di Ponorogo di datangi polisi.

Sang pemilik hajatan diminta polisi menundanya.

Apa yang sebenarnya terjadi sehingga videonya sampai viral di media sosial?

Viral di media sosial sejumlah personel kepolisian mendatangi tempat hajatan yang mana akan menggelar pentas wayang kulit.

Penelusuran awak Tribun Jatim, video yang diunggah di Instagram @ponorogo.update tersebut diambil di Dusung Gupit Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

Wali Kota Risma Minta Pengelola Kos hingga Hotel Monitoring Tamu: Wajib Negatif Covid-19

Dalam video tersebut Kapolsek Jambon, Iptu Nanang Budianto meminta agar pemilik hajat untuk menunda pagelaran wayang yang bisa mendatangkan massa.

Hal ini demi mencegah berkumpulnya warga untuk mencegah adanya penularan virus CoronaCovid-19 ).

"Mohon maaf sebesar-besarnya kami atas nama pemerintah dan pimpinan polri untuk giat wayangan mohon dengan hormat mohon dengan sangat karena situasi karena pandemi Corona sesuai dengan koordinasi sore tadi jam 12.30 sampai 13.30 di kabupaten Ponorogo yang dihadiri pak Kapolres, Dandim, Pak Bupati, Sekda, Pak Kajari, dan undangan lainnya di alun-alun Utara di kabupaten bahwasanya untuk kegiatan masyarakat yang menghadirkan massa banyak saya ulangi lagi untuk sementara ditangguhkan," kata Nanang menggunakan pengeras suara.

Nanang juga memohon maaf, pagelaran wayang kulit yang sedianya akan digelar dengan dalang Guritno harus ditangguhkan.

"Untuk itu kami atas nama pimpinan mohon maaf yang sebesar-besarnya masalahnya terkait gelaran Pilkada terkait maklumat Kapolri nomor tiga bulan 9 tahun 2020 bahwasanya untuk kegiatan pengumpulan massa untuk sementara di cancel terkait hal itu saya mohon maaf sebesar-besarnya," lanjutnya.

Dalam video tersebut nampak seperangkat karawitan sudah berada di lokasi. Sejumlah warga pun dengan seksama mendengarkan arahan dari kepolisian tersebut.

Komentar dari netizen pun muncul bermacam-macam.

Misalnya saja dari @irmawidiya_ yang membandingkan dengan gelaran reog yang tidak bubarkan.

"halah wingi tgl 11 reog.an sing ndelok umpel2an kok yo oleh. Sakne sing nduwe omah i lo."

"Halah kemarin tanggal 11 pagelaran reog yang menonton berdesak-desakan kok ya boleh. Kasihan yang punya rumah i lo,"

Lalu dadi @susan_jabrix: "Sementara ditanggohkan untuk kalangan bawah ya min,,,,"

Dan berbagai macam komentar lainnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved