Pilkada Surabaya

Baliho Eri-Armuji Bergambar Wali Kota Surabaya Bertebaran, Praktisi Hukum: Lebih Baik Risma Mundur

Pada baliho Eri Cahyadi-Armuji yang maju Pilkada Surabaya 2020 memperlihatkan gambar Wali Kota Surabaya saat ini, Tri Rismaharini.

Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Baliho Eri Cahyadi-Armuji yang maju di Pilkada Surabaya 2020. Dalam baliho tersebut juga ada gambar Wali Kota Surabaya saat ini, Tri Rismaharini. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Setelah KPU menetapkan dua pasangan calon yang bertarung di Pilkada Surabaya 2020, para paslon langsung tancap gas.

Mereka memperkenalkan diri melalui berbagai alat peraga, satu di antaranya adalah baliho.

Namun, ada satu paslon yang memasang balihonya menggunakan gambar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Paslon itu adalah Calon Wali Kota Surabaya dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji.

Pada baliho Eri Cahyadi-Armuji juga memperlihatkan gambar Wali Kota Surabaya saat ini, Tri Rismaharini.

Tukang Cukur Rambut Hingga Karyawan Klinik Kecantikan di Surabaya Bakal Jalani Tes Swab Covid-19

Pilkada Surabaya 2020, Paslon Machfud Arifin-Mujiaman Berkomitmen Bawa Kota Pahlawan Maju

Praktisi hukum Abdul Malik mengungkapkan, ia banyak menemui alat peraga kampanye (APK) Eri Cahyadi-Armuji yang menyalahi aturan.

"Banyak saya temui di mana-mana. Di dekat rumah saya juga ada gambarnya Calon Wali Kota Eri Cahyadi dengan Bu Risma," ujar Abdul Malik, Minggu (27/9/2020).

Menurut Malik, pemasangan APK serupa harus ditindak tegas oleh Bawaslu hingga Satpol PP Kota Surabaya.

"Bu Risma tahu tapi dibiarkan. Ini harus ditindak tegas. Bawaslu, Linmas, dan satpol PP harus bertindak tegas dan mencopot APK paslon yang memasang foto atau gambar Wali Kota Risma. Karena ini pelanggaran," tegas pria yang berprofesi sebagai pengacara itu.

Belum Putuskan Dukungan di Pilwali Surabaya 2020, Benteng Lia Beralih Usung Khofifah for Indonesia

Seharga Rp 120 Juta, KTM 390 Adventure Sudah Bisa Dipesan di Surabaya, Punya DNA Seri Dakar

Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Timur itu juga menegaskan pelanggaran ini berpotensi sebagai pelanggaran dan ketidaknetralan ASN di Pemkot Surabaya.

"Polisi, kejaksaan harus turun menyelidiki. Dan KPK harus memantau. Aparat penegak hukum tugasnya bukan hanya penindakan, tapi juga melakukan pencegahan. Penggelontoran dana PAK APBD pada proyek-proyek itu wajib dipelototi, wajib diantisipasi. Jangan sampai uang rakyat digunakan untuk kepentingan politik kelompok tertentu," jelas Malik.

Malik yang merupakan warga Surabaya Utara itu mengungkapkan, jika Wali Kota Risma memang berniat untuk membantu mantan anak buahnya, Malik meminta agar Risma mundur dari posisi wali Kota Surabaya dan menyerahkan posisinya ke Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana.

"Kalau memang mau membantu Eri Cahyadi, Bu Risma ya harus mundur saja dari wali Kota Surabaya. Itu lebih gentleman. Kasihkan Plt wali kota kepada Whisnu Sakti Buana. Ojok digandoli tok ngono. (jangan berat melepaskan jabatan wali kota)," katanya.

Editor: Dwi Prastika

Eri Cahyadi Sampaikan Visi Kerja untuk Surabaya, Janji Prioritaskan UMKM Hingga Lapangan Kerja

GePe MKGR Jawa Timur Ikut Kawal Pemenangan Machfud Arifin-Mujiaman di Pilkada Surabaya 2020

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved