Breaking News:

Virus Corona di Ponorogo

30 Pasien Covid-19 di Ponorogo Jalani Isolasi Mandiri di Rumah, Petugas Kesehatan Lakukan Pengawasan

30 pasien positif virus Corona (Covid-19) di Ponorogo menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Semuanya orang tanpa gejala.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Dwi Prastika
Freepik
ILUSTRASI Virus Corona (Covid-19). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - 30 pasien positif virus Corona ( Covid-19 ) di Ponorogo menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Rahayu Kusdarini mengatakan, pasien yang diperbolehkan untuk melakukan isolasi mandiri adalah pasien tanpa gejala.

"Tempat isolasinya juga harus memungkinkan, misalnya ada ruangan khusus sehingga yang bersangkutan tidak berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain," kata Irin, sapaan akrab Rahayu Kusdarini, Kamis (1/10/2020).

Pasien tersebut juga harus mempunyai fasilitas pribadi yang tidak bercampur dengan anggota keluarga yang lain.

"Misalnya kamar mandinya terpisah, piring dan sendok makannnya juga sendiri," lanjutnya.

Bulan Oktober, Sembilan SMP di Ponorogo Mulai Selenggarakan Pembelajaran Tatap Muka

Hajatan di Ponorogo Tetap Diperbolehkan dengan Syarat Ketat, Makan Harus Take Away

Ini untuk meminimalisasi penularan dari pasien ke anggota keluarga yang merawat.

Untuk memastikan syarat-syarat tersebut, petugas kesehatan dan Satgas Penanganan Covid-19 di desa atau kelurahan akan memeriksa untuk menentukan layak tidaknya fasilitas tersebut digunakan untuk isolasi mandiri.

"Setelah isolasi mandiri berjalan, petugas kesehatan akan melakukan monitoring atau pengawasan kesehatan menggunakan handphone untuk menanyakan kondisi pasien," kata Irin.

Pedagang Positif Covid-19, Pasar di Ponorogo Ditutup, Pemdes: Buka Lapak di Rumah Masing-masing

Ponorogo Kembali Dihebohkan dengan Kabar Begal Payudara, Lokasi Sama, Polisi Imbau Korban Melapor

Dari monitoring tersebut petugas bisa mengetahui perkembangan pasien sehingga bisa menentukan langkah medis selanjutnya yang akan diambil.

"Untuk pengawasan agar pasien tersebut tidak kemana-mana adalah satgas kelurahan. Selain itu biasanya lingkungan juga ikut menjaga, kalau ketahuan keluyuran pasti tetangga akan segera lapor," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved