Breaking News:

Ekskavasi Lanjutan Candi Gedog Kota Blitar Awal Oktober Ini, Fokus Temukan Bangunan Induk

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar akan melanjutkan ekskavasi Candi Gedog, di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan,

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/SAMSUL HADI
Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, meneliti pagar keliling lingkungan Candi Gedog, di Kota Blitar, Jumat (11/10/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar akan melanjutkan ekskavasi Candi Gedog, di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, awal Oktober 2020 ini. Ekskavasi lanjutan ini untuk menemukan bangunan induk candi.

Kepala Disparbud Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono mengatakan sudah berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Trowulan, Mojokerto. BPCB Jawa Timur juga sudah menjadwalkan ekskavasi lanjutan di Candi Gedong pada awal Oktober ini.

"Hasil koordinasi dengan BPCB JJawa Timur, ekskavasi lanjutan Candi Gedong akan dilakukan mulai 5-14 Oktober 2020," kata Tri Iman, Kamis (1/10/2020).

Dikatakannya, pelaksanaan ekskavasi lanjutan Candi Gedog sempat tertunda karena ada pandemi Covid-19. Semula, Disparbud berencana melanjutkan ekskavasi Candi Gedong pada Februari 2020.

Sikap Anak Lina ke Calon Ibu, Bungsu Sule Lengket ke Nathalie Holscher, Bocor Reaksi saat Dimarahi

Rizky Billar Ternyata Hasil Doa Lesty Kejora, Terbongkar Trauma ke Sikap Rizki DA: Jadi Pelajaran

Jeritan Histeris Siswi SMP Gagalkan Rencana Bejat Pria Ini, Paman Korban: Sudah Mau Dibuka Celananya

"Rencana awal, ekskavasi lanjutan dilakukan Februari 2020. Karena terjadi pandemi Covid-19, akhirnya batal. Ekskavasi baru bisa kami laksanakan Oktober ini setelah new normal," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Ekskavasi lanjutan ini, kata Tri Iman, fokus untuk menemukan bangunan induk candi. Pada ekskavasi pertama tahun lalu (2019), tim BPCB Jatim sudah menemukan pagar keliling candi.

"Kami fokus menemukan bangunan induk candi. Ekskavasi tahun lalu, kami sudah menemukan pagar keliling candi," ujarnya.

Menurutnya, Disparbud juga berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar dalam ekskavasi lanjutan Candi Gedog. Koordinasi dengan Gugus Tugas ini terkait penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan ekskavasi.

Warga sekitar Candi Gedog, Edi W mengatakan warga yang tergabung dalam Komunitas Joko Pangon di Kelurahan Gedog sempat melakukan kerja bakti di lokasi penemuan candi. Ketika kerja bakti, warga menemukan struktur tumpukan batu bata di sisi barat pagar keliling candi.

Struktur tumpukan batu bata mengarah ke arah barat. Struk batu bata yang ditemukan warga ketika kerja bakti seperti pintu masuk ke lokasi bangunan induk candi.

"Struktur batu bata yang mengarah ke barat ditemukan warga saat kerja bakti bersama kecamatan dan Disparbud. Warga hanya membersihkan struktur batu bata. Penggaliannya menunggu dari BPCB," katanya kepada TribunJatim.com.

Seperti diketahui, pada Oktober 2019, Tim BPCB Jatim melakukan ekskavasi awal di situs Candi Gedog. Tim BPCB baru menemukan pagar keliling lingkungan Candi Gedog.

Sedangkan, posisi bangunan utama candi diperkirakan masih terpendam di sekitar pohon beringin di dalam pagar keliling lingkungan candi. BPCB merekomendasi agar Pemkot Blitar mendukung ekskavasi lanjutan untuk menemukan bangunan induk Candi Gedog. (sha)/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved