Breaking News:

Peduli Lingkungan, Mahasiswa UC Surabaya Ini Ajak Daur Ulang Serbuk Kayu Jadi Anting, Gini Caranya

Dinda Hirana Faresky mahasiswa Universitas Ciputra (UC) Surabaya ajak peduli lingkungan dengan daur ulang serbuk kayu. Begini caranya.

SURYA/HABIBUR ROHMAN
LIMBAH MEBEL - Mahasiswi Fashion Product Design and Business Universitas Ciputra (UC) Surabaya Dinda Hirana Faresky dengan berbagai aksesoris karyanya dengan memanfaatkan bahan serbuk kayu di Sidoarjo, Kamis (1/10/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinda Hirana Faresky (20) berhasil mendaur ulang serbuk kayu yang dihasilkan oleh para pengrajin mebel.

Dirinya menyulap limbah mebel tersebut menjadi aksesoris cantik. 

"Jadi saat saya di Mojokerto melihat begitu banyak limbah serbuk kayu dari mabel-mabel, dari sanalah terpikirkan untuk memanfaatkan untuk membuat aksesoris anting agar dapat mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan," kata Dinda, ditemuin awak TribunJatim.com di Delta Gardenia 3 nomor 25, Deltasari Baru, Waru, Sidoarjo, Kamis (1/10/2020).

VIRAL TERPOPULER: Tragedi Pengantin Wanita Tewas saat Dirias hingga Cewek Dinikahi Lurah Tampan

Nenek Surabaya Tersandung Kasus Dugaan Pemalsuan Akta Otentik, Berdoa Semoga Dipersempit Kuburnya

Dirinya pun menunjukkan proses produksi limbah mebel menjadi aksesoris.

Sebelum memulai proses produksi, Dinda mengambar beberapa desain aksesoris berupa anting-anting yang pada sebuah kertas.

Kemudian Mahasiswi Fashion Product Design And Business Universitas Ciputra (UC) Surabaya ini menyiapkan Epoxy Resin, serbuk kayu, dan lem sebagai bahan utama dalam pembuatan.

Luna Maya Bocorkan Sisi Lain Ariel Noah yang Tak Diketahui Publik, Feni Rose Syok sampai Tertawa

UPDATE CORONA di Gresik Kamis 1 Oktober, Ada 14 Pasien Positif Baru: Total Kasus Tembus 3.258

"Alasan kenapa saya memilih bahan Resin jenis Epoxy ini karena saya ingin membuat anting yang berkualitas serta terlihat clear. Karena apabila pakai resin yang harganya lebih murah warnanya cepat berubah menjadi kekuningan gitu," ujar perempuan kelahiran Malang, 17 Maret 2000 ini.

Proses pembuataannya, pertama Dinda mengambil limbah kayunya terlebih dahulu.

"Serbuk kayu yang dari pengrajin mebel tersebut dikirim teman saya dari Mojokerto ke sini," ungkapnya.

Kedua, serbuk kayu diayak sampai halus.

Halaman
12
Penulis: Zainal Arif
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved