Breaking News:

Selingkuh, Perangkat Desa di Ponorogo Dituntut Mundur, Ini Hasilnya

Warga masyarakat Desa Janti, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Jawa Timur menuntut Perangkat Desa berinisial T untuk mundur dari jabatannya

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Yoni Iskandar
KOMPAS.COM/MITA
Warga Desa Janti melakukan mediasi terhadap pasangan perangkat desa yang kedapatan selingkuh dengan janda. Selain didenda 400 semen, ia juga dituntut mundur dari jabatannya sebagai kasun. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Warga masyarakat Desa Janti, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Jawa Timur menuntut Perangkat Desa berinisial T untuk mundur dari jabatannya setelah ketahuan selingkuh.

Masyarakat dan pemuda desa Janti menilai, T sudah tidak pantas untuk menjadi perangkat desa karena telah berbuat asusila.

Namun pada saat mediasi digelar, T enggan mundur dari jabatannya sebelum ada kepastian hukum yang tetap, selain itu jika memang dirinya diberhentikan harus sesuai mekanisme yang berlaku.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ponorogo, Suprianto mengatakan orang yang bisa mengangkat atau memberhentikan perangkat desa adalah kepala desa atau lurah dengan rekomendasi dari camat.

"Semua kan sudah diatur dalam Perbup 70 tahun 2018, untuk penanganan ini Kades melaksanakan saja sesuai aturan yang berlaku sekarang," kata Suprianto kepada TribunJatim.com, Rabu (7/10/2020).

Kagetnya Pria Ponorogo Dapati Istrinya Selingkuh dengan Perangkat Desa Janti, Pergoki Tak Pakai Baju

Temui Presiden, Pimpinan DPD RI Bahas Aspirasi 21 Provinsi Penghasil Sawit

Hadir di FESYar Jawa 2020, Darwis Triadi Bagi Tips Foto Produk UMKM

Sebelum memberikan rekomendasi, Camat tersebut harus bisa melakukan verifikasi dan pembuktian apakah benar perangkat desa tersebut melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagaimana yang dituduhkan.

"Walaupun yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya, tetap harus ada pembuktian karena bisa saja pengakuannya tersebut berdasarkan tekanan saat mediasi berlangsung," lanjutnya.

Berbeda halnya jika perangkat desa tersebut dengan suka rela mau mengundurkan diri, maka camat segera bisa memproses rekomendasi pemberhentian perangkat desa kepada lurah atau Kades.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Camat Slahung, Imam Rohni mengatakan hingga saat ini mediasi antara warga, pemerintah desa Janti, dan pemerintah Kecamatan Slahung masih berjalan.

"Kita mediasi supaya kondusif sambil mempelajari undang-undangnya karena yang namanya pelanggaran kan harus ada prosesnya," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Pihaknya juga masih menelisik sejauh mana pelanggaran tersebut serta bagaimana fakta hukumnya.

"Kita tidak bisa justifikasi langsung, kan harus terbukti kalau sebagai dasar keputusan, kecuali kalau beliau mau mengundurkan diri," lanjutnya.

Walaupun belum bisa mengambil keputusan terkait pemberhentian perangkat desa T, Imam mengatakan bahwasanya T sudah dikenai sanksi teguran melalui Kades.

"Jadi tunggu dulu hasil mediasinya seperti apa," pungkasnya

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved