Breaking News:

Serikat Mural Surabaya Tolak UU Cipta Kerja, Buat Karya 'Cilaka Kau Dikoyak Omnibus Law'

Seniman di Surabaya menggelar aksi Street Art Melawan tolak UU Cipta Kerja. Buat karya mural berjudul Cilaka Kau Dikoyak Omnibus Law.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Hefty Suud
SURYA/HABIBUR ROHMAN
TERINSPIRASI OMNIBUSLAW - Karya angggota Komunitas Serikat Mural Surabaya yang terpampang di kawasan Jl Dinoyo Surabaya. Ramainya pembahasan "Omnibuslaw" UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan menjadi inspirasi untuk membuat karya Mural Jalanan (Street Art). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - UU Cipta Kerja ( Omnibus Law ) akhirnya disahkan dalam rapat paripurna DPR RI Senin lalu.

Namun keputusan tersebut mendapatkan respon penolakan dari berbagai pihak, salah satunya dari seniman di Surabaya.

Merasa resah, para seniman mural jalanan (street art) menggelar aksi Street Art Melawan yang menjadi bagian dari agenda movement komunitas Serikat Mural Surabaya.

Terkuak 1 Sifat Rahasia Rizky Billar, Pantas Lesty Kejora Jatuh Cinta? Manajer: Tiba-tiba Transfer

Band Rock Asal Surabaya 9 Volt Luncurkan Album Perdana, Sampaikan Pesan Moral dan Kritik Sosial

Street Art Melawan adalah aksi jalanan menggunakan medium street art (mural, graffiti, poster) dengan mengangkat pesan pesan kritikan, protes dan sindiran terhadap segala ketimpangan yang ada di Indonesia dan dunia.

Sebelumnya, street art melawan dengan tajuk 'Jalanan Calling' beraksi bersama 100 lebih vandalis dan street artist di Surabaya untuk serentak menyerang DPR dengan #reformasidikorupsi.

Founder Serikat Mural dan Inisiator Gerakan Mural, Alfajr Xgo menjelaskan, untuk mural TOLAK OMNIBUSLAW ini menjadi bagian dari solidaritas dalam menyikapi kebijakan DPR dan Pemerintah yang mengesahkan UU dinilai tidak berpihak kepada para pekerja, buruh dan rakyat Indonesia.

Edukasi Penggunaan Masker dengan Cerita Bergambar Pakai Masker Yuk Pada Anak Usia Dini

Nasihat Betrand Peto ke Thalia Depan Ruben, Bujuk Adik Ubah Persepsi, Thalia Minta Video Dipotong

"Desakan dari semua elemen agar Undang-undang sapu jagat ini harus dibatalkan membuat kami tergerak untuk membuat karya street art ini sebagai keberpihakan kami terhadap rakyat dan keadilan, disaat pula pandemi dijadikan kepentingan politik oleh para elit," jelas X-Go saat ditemui di Bunuh Diri Studio, Jl. Bratang Gede gang 3C nomor 4 Surabaya, Rabu (7/10/2020).

Bersama 4 seniman lainnya menggambar mural di jalan Dinoyo (samping kampus Universitas Widya Mandala Surabaya). Mural dengan judul Cilaka Kau Dikoyak Omnibus Law mengusung konsep yang mana secara visual dan text (kalimat) digambarkan dalam bentuk parodi, kalimat dari sastrawan Chairil Anwar 'Mampus Kau Dikoyak Kata kata' dengan 'Cilaka Kau Dikoyak Omnibuslaw'.

Cilaka sendiri mempunyai 2 arti yaitu cilaka (sengsara) dan juga singkatan dari CIpta LApangan KerjA.

"Didalam mural ini terdapat karakter tokoh visual dengan menggabungkan 2 tokoh Charlie Chaplin dan Chairil Anwar sebagai simbol betapa lucunya negara Indonesia ini dan kata kata (kalimat) sendiri mampu menjadi peluru mematikan seperti UU Omnibuslaw," ujarnya.

X-Go berharap mural aksi street art melawan ini menjadi arah bagaimana bersikap tentang kepentingan yang ada di ruang-ruang pemerintahan yang tidak pro rakyat.

"Aksi ini menjadi berlipat ganda dengan gerakan gerakan street art yang mengusung semangat yang sama," pungkasnya. 

Penulis: Zainal Arif

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved