Breaking News:

HUT Pemprov Jatim

Pimpinan DPRD Jatim, Sekdaprov hingga Bupati Gresik Raih Jer Basuki Mawa Beya dari Gubernur Khofifah

Sejumlah pejabat forkopimda Jawa Timur mendapatkan penghargaan Jer Basuki Mawa Beya dalam peringatan HUT Provinsi Jawa Timur yang ke-75, Senin

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Januar Adi Sagita
Istimewa/TribunJatim.com
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto ketika mendapat penghargaan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sejumlah pejabat forkopimda Jawa Timur mendapatkan penghargaan Jer Basuki Mawa Beya dalam peringatan HUT Provinsi Jawa Timur yang ke-75, Senin (12/10/2020). Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya kategori emas dan juga perak diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Pejabat forkopimda yang mendapatkan penghargaan jer basuki mawa beya kategori emas adalah Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Kusnadi dan juga jajaran Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur yang dalam penyerahannya diwakili oleh Sahat Tua Simanjuntak .

Selain itu, penghargaan Jer Basuki Mawa Beya kategori perak juga diberikan Gubernur Khoffifah pada Sekda Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono. 

Baca juga: Pendaftaran Terakhir Besok, Perekrutan Petugas KPPS Pilwali Blitar 2020 Masih Capai 55 Persen

Dan penghargaan jer basuki mawa beya juga diberikan Gubernur Khofifah pada satu kepala daerah yaitu Bupati Gresik Sambari, yang diberikan penghargaan kategori emas.

Gubernur Khofifah mengatakan penghargaan ini diberikan pada tokoh yang telah memberikan dedikasi luar biasa pada Jawa Timur khususnya dalam penanganan covid-19. Atas jasa dan pengabdian yang diberikan itu, maka Khofifah memberikan penghargaan tersebut pada empat tokoh tersebut. 

“Alhamdulillah saat ini Provinsi Jawa Timur sudah keluar dari zona merah. Hal ini tak lepas pula dari kontribusi dari kalangan DPRD yang luar biasa. DPRD telah memberikan hadiah dengan inisiatif revisi perda No 1 Tahun 2019 menjadi Perda No 2 Tahun 2020 yang kemudian menjadi referensi bagaimana protokol kesehatan bisa ditegakkan secara masif di Jawa Timur,” kata Khofifah.

Wanita yang juga mantan Menteri Sosial ini mengatakan bahwa perda tersebut yang kemudian menjadi dasar operasi yustisi yang dilakukan masif di Jawa Timur. Dimana operasi yustisi oleh jajaran kepolisian bersama TNI dan juga Pemprov Jatim cukup mampu untuk memberikan law enforcement pada warga Jatim agar mau memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumuman. 

Begitu juga penghargaan pada Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono. Disampaikan Khofifah bahwa pejabat tersebut telah menjabat sebagai Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 yang kemudian setelah diubah juga menjabat sebagai Sekretaris Satgas Covid-19 Jatim. Heru Tjahjono telah memberikan dedikasi terbaik demi menanggulangi covid-19.

“Sedangkan untuk Pak Bupati Gresik kita juga memberikan pada beliau penghargaan jer basuki mawa beya atas dedikasi beliau melakukan penanganan covid-19 di Kabupaten Gresik. Dari tiga daerah yang dulu episentrum penyebaran covid-19, kita bisa lihat bahwa saat ini Gresik yang paling landai, sudah sebulan ini,” kata Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah menegaskan bahwa Jatim memang sudah keluar dari zona merah, dan kondisi ini tak lepas dari sinergi berbagai pihak di Jawa Timur. Capaian pengendalian Covid-19 adalah keberhasilan tenaga kesehatan, pemerintah eksekutif, legislatif hingga jajaran masyarakat Jatim. 

Saat ini kesembuhan Covid-19 di Jatim sudah menyentuh angka 86 persen. Positivity rate covid-19 Jatim juga sudah jauh menurun di angka 10 persen. Angka tersebut lebih rendah dari positivity rate nasional sebesar 14,4 persen. Sedangkan ketersediaan bed di Jatim juga terbilang melimpah, dengan bed ocupancy rate di Jatim 42 persen. 

“Meski bed banyak yang kosong kita berharap itu tak pernah terisi lagi. Kita harus terus menjaga kedisiplinan agar Jawa Timur bisa segera lepas dari pandemi covid-19,” pungkas Khofifah.

Selain memberikan penghargaan Jer Basuki Mawa Beya pada para pejabat, Khofifah juga memberikan sejumlah penghargaan pada kampung tangguh, dokter, kepala ruang isolasi dan juga petugas penulasaraan jenazah Covid-19. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk terima kasih Jawa Timur pada orang yang telah berjuang dan mengabdi dalam upaya pengendalian Covid-19.

(fz/fatimatuz zahroh)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved