Breaking News:

Penyakit Asma Dijamin, Jono Bersyukur Dibantu Pemerintah Melalui JKN-KIS

Sebagai Office Boy (OB), salah satu peserta JKN-KIS asal Desa Kedungwaru Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, Pujiono (41)

istimewa
Salah satu peserta JKN-KIS asal Desa Kedungwaru Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, Pujiono (41) merasa bersyukur memiliki JKN-KIS. 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sebagai Office Boy (OB), salah satu peserta JKN-KIS asal Desa Kedungwaru Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, Pujiono (41) merasa bersyukur memiliki JKN-KIS.

Pasalnya program Pemerintah ini telah membantu biaya pengobatan istri dan putrinya yang telah lama menderita
penyakit asma.

“Asma ini masih berlanjut, tapi sekarang sudah jarang, pokoknya tidak minum es, kena debu, capek- capek karena pasti kambuh kalau tidak menjaga itu. Tidak bisa diprediksi,” ujar pria yang akrab dipanggil Jono ini.

Jono mengaku sebelum memiliki JKN-KIS, dirinya bisa menghabiskan biaya hingga Rp400 ribu untuk
sekali berobat.

“Sebelum punya JKN biaya sekali uap Rp 400 ribu. Dulu waktu masih kecil (putrinya, -red) sering, sebulan bisa 3 kali 4 kali. Ya tinggal dikalikan saja sebulan berapa (biayanya, -red),” pungkasnya.

Karena sudah terbantu, Jono yang merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) ini bersyukur diperhatikan Pemerintah. Menurutnya, akan sangat terasa terutama bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Alhamdulillah ada bantuan dari Pemerintah, sangat membantu, kan gak mikir biaya lagi kalau sakit. Pasti sangat terbantu lah, yang tidak mampu pasti merasakan,” ucapnya.

Tidak hanya biaya tetapi kepastian pelayanan kesehatan bagi peserta, karena sakit tidak dapat diprediksi. Sehingga penting menurut Jono memiliki JKN-KIS.

“Sakit kan gak ada yang mau, gak ada yang tahu. Kalau sudah ikut JKN kan tenang, saling membantu, kalau kita sehat kita membantu yang sakit, kalau kita yang sakit kita dibantu yang lain. Karena sekarang biaya berobat gak bisa diprediksi, ya kalau penyakitnya ringan seperti batuk pilek kan gak memerlukan biaya banyak, tapi kalau kayak penyakit ginjal, liver, kanker atau yang berat lainnya kan gak sebulan 2 bulan pengobatannya, berkelanjutan, biaya gak sedikit, bisa habis hartanya, bisa jual motor, sapi, tanah. Itu pun kalau punya, kalau gak punya terus gimana,” ujarnya.

Oleh karenanya Jono mengajak masyarakat yang belum terdaftar untuk mendaftarkan diri dan keluarganya sebagai peserta JKN-KIS, karena suatu saat pasti akan membutuhkan.

“Bagi yang belum daftar saya sarankan untuk segera daftar. Kalau merasa gak mampu bisa daftar lewat Kelurahan, nanti dibantu untuk jadi peserta PBI lewat Dinas Sosial. Masyarakat juga harus hidup sehat jangan sampai sakit. JKN kan sistemnya gotong royong, saling membantu. Pasti suatu saat kita akan membutuhkan,” jelas Jono.

Jono mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang telah membantunya melalui kemudahan mengakses fasilitas kesehatan, dan berharap agar BPJS Kesehatan bisa lebih baik lagi dalam meningkatkan kulitas layanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS.

Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved