Breaking News:

Penanganan Covid

Jatim Bebas Zona Merah Covid-19, Jumlah Sekolah yang Gelar Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Ditambah

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur akan menambah jumlah sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19.

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
Uji coba pembelajaran tatap muka di SMK PGRI 2 Ponorogo, Agustus 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyebut pihaknya akan menambah jumlah sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di masa pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Penambahan unit sekolah yang melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka ini seiring dengan kondisi Jawa Timur yang sudah membaik. Salah satu indikatornya sudah terbebasnya kabupaten/kota di Jawa Timur dari zona merah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang selama ini dilakukan di masa pandemi.

Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan untuk Pemprov Jatim dalam melakukan penambahan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

“Kami telah melakukan evaluasi, dari hasil evaluasi tersebut kami menilai pembelajaran jarak jauh kurang efektif, dan terjadi penurunan terhadap kualitas pendidikan,” kata Wahid Wahyudi saat diwawancara di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (13/10/2020).

Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Minta Kasek dan Wali Murid Awasi Pelajar Agar Tak Ikut Aksi Anarkis

Baca juga: Jawa Timur Peringati HUT ke-75, Komisi D DPRD Sorot Sejumlah PR Pemprov di Bidang Infrastruktur

Yang mengalami penurunan utamanya adalah siswa belum efektif melakukan penyerapan terhadap materi pembelajaran yang ada lantaran penyampaiannya dilakukan secara online.

Penyerapan materi ajar ke siswa terbukti lebih efektif jika dilakukan secara tatap muka.

Khususnya untuk beberapa mata pelajaran. Seperti matematika, kimia dan juga fisika. Sama halnya materi pelajaran praktik di SMK juga sangat tidak efektif jika penyampaiannya dalam metode online.

“Maka ini butuh dievaluasi, tapi saya yakin penurunan ini terjadi di titik tertentu karena faktor ketidaksiapan. Maka nanti akan siap di titik tertentu pula ketika siswa dan guru sudah siap,” tegas Wahid Wahyudi.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved