Breaking News:

Penanganan Covid

Jatim Masuk Prioritas Vaksin Covid-19, Gubernur Khofifah Tunggu Surat Resmi Pemerintah Pusat

Jawa Timur disebut masuk priotitas pembagian vaksin Covid-19. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tunggu surat resmi pemerintah pusat.

SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau UKM di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Sabtu (17/10/2020). 

TRIBUNAJTIM.COM, TRENGGALEK - Pemerintah pusat sedang berupaya menggalakkan penyuntikan vaksin Covid-19 ( virus Corona ) di Indonesia.

Rencananya penyuntikan vaksin Covid-19 ini akan dimulai pada bulan November 2020. 

Informasi yang dihimpun TribunJatim.com, dalam pengadakan vaksin ini, pemerintah pusat kabarnya akan memprioritaskan untuk tiga provinsi di Indonesia, salah satunya Jawa Timur. 

Baca juga: Rizky Billar Mengeluh Sifat Lesty Berubah, Mana Humaira yang Dulu?, Sesumbar Pengin Cepat Halalkan

Baca juga: Dukung Kegiatan Keluarga Multitasking di Tengah Pandemi, Samsung Meluncurkan Galaxy Tab A7

Hal itu sebagaimana disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Sabtu (17/10/2020).

Namun sampai saat ini terkait teknis pembagian vaksin tersebut belum jelas disampaikan pada Pemprov Jatim.

“Terkait vaksin ini kita menunggu pemerintah pusat. Saya dengar Jatim menjadi satu dari tiga provinsi yang mendapatkan prioritas vaksin ini. Tapi setelah klir ada surat resmi dari pemerintah kita dapat berapa, maka kita baru bisa sampaikan,” kata Khofifah. 

Baca juga: Tomat 1 Kg Dihargai Rp 500, Petani Kediri Lemas, Ketimbang Rugi Pilih Tak Panen: Biar Membusuk

Baca juga: Meski Kompetisi Liga 1 Belum Jelas, Bek Muda Persebaya Ini Tetap Semangat Latihan

Berdasarkan penjelasan dari pemerintah pusat, penyuntikan vaksin di Indonesia akan dilakukan secara bertahap sampai akhir tahun 2020. Tahap pertama akan ada vaksin untuk 50 juta dosis vaksin. 

Sebagaimana diketahui bahwa saat ini tren perkembangan Covid-19 di Jatim terus menurun. Data terakhir total kasus Covid-19 di Jatim 48.452 kasus dengan kasus aktif 2.804 orang atau 5,78 persen. 

Sedangkan untuk kasus meninggal karena Covid-19 di Jawa Timur terus menurun, dimana case fatality rate di Jatim 7,26 persen dengan kumulatif kasus meninggal sebesar 3.516 orang. Dan untuk case recovery rate Covid-19 Jawa Timur ada sebanyak 86,96 persen. Dengan kumulatif kasus sembuh di Jawa Timur mencapai 42.312 orang. 

Selain itu, dalam pengendalian Covid-19 Jatim terus dilakukan dengan yustisi. Sampai saat ini yustisi dilakukan 74.694 titik di seluruh wilayah Jatim, dan telah memberikan penindakan 1.061.014 orang. Mulai dari teguran, denda administrator hingga melakukan kerja sosial. 

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved