Breaking News:

Penanganan Covid

Pemkot Mojokerto Sulap Lahan Aset untuk Tanam Jagung Covid-19, Panen Perdana di Hari Pangan Sedunia

Pemkot Mojokerto pakai lahan aset buat tanam jagung di masa pandemi Covid-19. Panen perdana saat Hari Pangan Sedunia bareng Wali Kota Ika Puspirasari.

SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspirasari saat kegiatan panen perdana tanaman jagung bagian dari Program Upaya Pangan Mandiri (PUMP) selama pandemi Covid-19 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto melalui Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian (DKPP) memanfaatkan lahan 9.0 hektare untuk Program Upaya Pangan Mandiri (PUMP) di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Pemberdayaan lahan aset Pemerintah Daerah itu sebelumnya sudah ditanami jagung, bahkan kini telah memasuki masa panen perdana yang bersamaan dengan Hari Pangan Sedunia 2020.

Sebagian dari lahan seluas 9.0 hektare itu salah satunya dimanfaatkan 1,5 hektare oleh warga Kelurahan Kedungsari untuk menanam jagung varietas NK 212 pada Juli 2020 kemarin.

Baca juga: Dinkes Catat Lebih 21 Ribu Warga Kota Malang Telah Jalani Swab Test Saat Pandemi Covid-19

Baca juga: 2 Anggota DPRD Kabupaten Tuban Terpapar Covid-19, Seluruh Anggota Dewan Dijadwalkan Tes Swab Total

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama Forkopimda turut terlibat dalam kegiatan panen perdana tanaman jagung tersebut.

Menurut Ning Nita, Pemerintah Daerah telah menyiapkan bantuan program ketahanan pangan untuk 10.000 KK.

Sedangkan, kegiatan ketahanan pangan ini merupakan bagian dari program pemulihan dampak ekonomi dalam situasi Pandemi Covid-19 19.

“Di dalam kegiatan ketahanan pangan ini ada salah satu upaya di mana masyarakat kita saja untuk melakukan budidaya berbagai macam ada sayur mayur ada juga ikan ataupun unggas,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020).

Dikatakannya, budidaya pertanian juga dilakukan oleh DKPP yang kemudian hasilnya dibagikan pada masyarakat.

“Semua bantuan ini kita harapkan tidak hanya bisa memberikan kecukupan atas kebutuhan pangan masyarakat kita tapi ke depan masyarakat kita aja untuk lebih sabar lebih telaten,” ucap dia.

Masih kata Ning Ita, meskipun Kota Mojokerto bukan daerah pertanian hal itu bukan menjadi kendala berarti agar dapat mengembangkan dibidang sektor pertanian.

Tentunya, tidak hanya pertanian saja namun peternakan juga bisa diupayakan yang artinya situasi pandemi ini justru menuntut agar lebih inovatif dan kreatif.

"Wilayah perkotaan notabene jarang ada pertanian lantaran ketersediaan lahan sempit, kita arahkan inovatif memanfaatkan lahan sempit untuk kegiatan ketahanan pangan secara bertahap dari hasil itu menjadi mata pencaharian masyarakat ke depan kuncinya dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan,” pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni

Editor: Heftys Suud

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved