Hadapi Fenomena La Nina dan Musim Penghujan, PMI Jember Optimalkan Call Center
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember mengambil sikap siaga satu seiring datangnya musim penghujan dan fenomena La Nina
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember mengambil sikap siaga satu seiring datangnya musim penghujan dan fenomena La Nina di Jember.
Sikap siaga satu itu antara lain dengan menyiagakan segenap sumber daya untuk menghadapi ancaman bencana alam yang biasanya terjadi di musim penghujan.
PMI Jember mengutip rilis PMI Pusat, jika saat ini sedang terjadi fenomena La Nina di Samudera Pasifik dengan intensitas sedang (moderate) yang mengakibatkan anomali cuaca berupa peningkatan akumulasi curah hujan hingga 40 persen.
Kondisi cuaca ekstrem akibat La Nina tersebut telah menyebabkan dan masih berpotensi menyebabkan terjadi banjir, longsor, banjir bandang dan permasalahan kesehatan lainnya.
Baca juga: Raja Thailand Masuk Rumah Sakit setelah Pengawal Positif Corona, Staf Medis Bungkam, Ikut Tertular?
Baca juga: Jeritan Pilu Wanita Hamil 7 Bulan sebelum Tewas Tragis di Kontrakan, Ada Tendangan, Astaghfirullah
Puncak dampak La Nina akan mulai terjadi pada bulan November tahun ini dan diprediksi berakhir di bulan Maret atau April 2021.
Mengantisipasi La Nina muncul di tengah Pandemi, PMI menyerukan kesiapsiagaan relawan menghadapi potensi bencana akibat fenomena alam tersebut.
PMI di semua tingkatan dari provinsi hingga kabupaten/kota diminta menyiapkan rencana pencegahan serta penanganan bencana akibat cuaca ekstrem tersebut.
PMI juga akan menyiapkan protokol penanganan bencana di tengah pandemi Covid-19.
Terkait hal tersebut, PMI Kabupaten Jember langsung merapatkan barisan dengan menggelar rapat koordinasi. PMI menyiapkan diri untuk menghadapi La Nina sekaligus siaga bencana.
PMI sebagai organisasi kemanusiaan melakukan pencegahan dan penanganan potensi bencana akibat anomali cuaca ini.
“Ini sudah masuk musim hujan, di musim hujan seperti ini sering terjadi bencana alam, kami berharap tidak terjadi bencana alam, tetapi kami tetap menyiagakan diri," ujar Ketua PMI Jember EA Zaenal Marzuki, Jumat (23/10/2020).
Baca juga: Berduaan di Kamar Kos, Tiga Pasangan Bukan Suami Istri di Kediri Diamankan Satpol PP
Baca juga: Fenomena Hujan Es di Timor Tengah Utara, Ukuran Es Sebesar Kelereng, Pernah Terjadi 20 Tahun Lalu
Menurutnya, semua sumber daya PMI dari pengurus, pegawai dan relawan disiagakan. Pihaknya juga mengecek seluruh sarana dan prasarana yang dilengkapi dengan alat komunikasi.
Dia menjelaskan, pada saat pandemi Covid-19 ini, PMI Kabupaten Jember tidak membuka posko siaga. Tahun lalu, PMI Kabupaten Jember membuka posko siaga bencana di markas PMI Jl Jawa nomor 57 Jember.
“Kami akan optimalkan call center yang dikelola unit humas PMI Jember dengan membuka layanan informasi dan komunikasi 24 jam sehingga pada saat ada informasi bencana alam terjadi maka petugas call center yang akan mengkomunikasikan kepada seluruh Unit dan relawan melalui alat komunikasi sehingga saat ini tidak ada posko,” ujarnya.
Zaenal juga menambahkan, PMI Kabupaten Jember meneruskan langkah proaktif menghadapi bencana non alam pandemi Covid-19.
“Tim promosi kesehatan tetap aktif sosialisasi pencegahan Covid-19 dengan pakai masker, selalu cuci tangan dan jaga jarak. Tim ambulans pelayanan jenazah Covid-19 juga masih aktif melayani masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Sri Wahyunik
Editor: Pipin Tri Anjani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-kesiapsiagaan-personel-pmi-jember.jpg)