Breaking News:

Virus Corona di Malang

Tak Mau Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19 di Kota Malang, Wali Kota Sutiaji Antisipasi Libur Panjang

Libur panjang yang bakal terjadi mulai tanggal 28 Oktober 2020 mendatang cukup mendapatkan perhatian serius dari Wali Kota Malang, Sutiaji.

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/RIFKI EDGAR
Wali Kota Malang, Sutiaji, Rabu (30/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Libur panjang yang bakal terjadi mulai tanggal 28 Oktober 2020 mendatang cukup mendapatkan perhatian serius dari Wali Kota Malang, Sutiaji.

Sutiaji mengaku tidak mau, nantinya dampak dari adanya libur panjang tersebut berimbas kepada naiknya kasus pasien positif virus Corona ( Covid-19 ) di Kota Malang.

"Jadi jangan sampai libur panjang nanti orang-orang mendapatkan oleh-oleh Corona. Jadi perlu kesadaran kita semua dan harus kita antisipasi," ucapnya.

Antisipasi yang bakal dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang ialah dengan menggerakkan operasi yustisi.

Kemudian, kata Sutiaji, penguatan kampung tangguh juga jadi faktor utama pencegahan transimisi lokal di Kota Malang.

Baca juga: Video Wanita Dipukuli Jadi Viral di Media Sosial, Polisi di Malang Langsung Gerak Cepat

Baca juga: Muhaimin Iskandar Tanggapi Santai Kabar Cucu Pendiri NU Merapat ke Kubu Sanusi di Pilkada Malang

Dia tidak ingin, setelah libur panjang nanti ada kenaikan jumlah kasus Covid-19 di Kota Malang.

Mengingat, pihaknya kini sedang fokus dalam menaikkan zona status Covid-19 Kota Malang ke zona kuning dari zona oranye.

"Target kami dalam pekan depan harus sudah zona kuning dan Kami juga berharap, nantinya vaksin juga segera mendarat di Kota Malang. Karena ini mendesak," ucapnya.

Lebih jauh lagi, pria kelahiran Lamongan itu mengatakan, masyarakat luar Malang yang nantinya berkunjung ke Kota Malang kebanyakan melakukan kunjungan wisata.

Baca juga: Kota Malang Target Awal November 2020 Masuk Zona Kuning Covid-19, Pemkot Lakukan Peningkatan 3T

Baca juga: Pandemi Covid-19, Tim Sanusi-Didik Gelar Kampanye Virtual, Direktur Sanusi Center: Dapat Apresiasi

Baca juga: Ditutup Sejak Awal Pandemi Covid-19, Wisata Kampoeng Anggrek di Lereng Kelud Akhirnya Kembali Dibuka

Oleh karenanya, perlu ada kesadaran bersama kepada masyarakat agar tetap menjalan protokol kesehatan dengan tetap mengenakan masker yang sesuai standar dan benar.

"Orang yang mau datang ke Kota Malang pasti tertarik dengan makanan kulinernya. Ini ada kekhawatiran. Dari hasil evaluasi dengan gubernur kemarin satu Malang Raya dan kedua Banyuwangi. Jadi itu yang saya kira perlu diantisipasi karena kita merupakan kota wisata," tandasnya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved