Breaking News:

Jatim Genjot Kerja Sama Perdagangan dan Investasi dengan NTT, Kembali Gelar Misi Dagang

Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar misi dagang guna mendorong pemulihan ekonomi di tengah pandemi virus Corona.

TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak meninjau stan pelaku usaha dalam kegiatan misi dagang Jawa Timur-Nusa Tenggara Timur yang diselenggarakan di Kupang, Senin (26/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar misi dagang guna mendorong pemulihan ekonomi di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ), Senin (26/10/2020).

Tak lagi online, gelaran mempertemukan antarpelaku usaha itu dilakukan offline dengan mempertemukan pedagang Jawa Timur dan pedagang Nusa Tenggara Timur.

Diselenggarakan di Kota Kupang, kegiatan itu mempertemukan 34 pelaku usaha asal Jawa Timur dengan 81 pelaku usaha dari Nusa Tenggara Timur. Lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19, misi dagang dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, misi dagang selain mendorong agar pelaku usaha di dua provinsi saling berdagang, juga mendorong keduanya untuk saling berinvestasi.

Sebab potensi industri maupaun komoditas bahan baku antarkedua daerah, Jatim dan NTT, dikatakan Emil Elestianto Dardak sangat banyak.

Baca juga: Sebanyak 3.000 Lebih Personel Dikerahkan Polda Jatim Dalam Operasi Zebra 2020

“Jadi polanya misi dagang ini tidak hanya trade. Tapi investement and trade. Kita bisa lihat industri Jatim banyak yang memberdayakan garam dari NTT, kita juga kini mendata seberapa besar sih serapan garam dari NTT yang kita lakukan di sejumlah pabrik,” tutur Emil Elestianto Dardak.

Hal itu menjadi bukti nyata bahwa kegiatan kolaborasi Jatim dan NTT saling menguntungkan. Industri garam Jatim bisa berkembang dan masyarakat di NTT bisa meningkat kesejahteraannya.

Begitu juga dari segi perdagangan dan industri pelayaran. Sampai saat ini Jatim sudah mengirimkan 2.600 ton telur di kawasan NTT, dan semuanya dikirim dari Kabupaten Blitar.

Namun selama ini pengiriman dilakukan dari pelabuhan Perak. Emil Elestianto Dardak ingin, dengan makin berkembangnya kerja sama antara dua provinsi ini, maka ia berharap agar kelak pengiriman bisa memanfaatkan jalur pelayaran dari kawasan selatan.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved