Breaking News:

Jelang Musim Hujan, Pemkot Surabaya Gencarkan Normalisasi Saluran Di Berbagai Lokasi

Normalisasi saluran air di berbagai lokasi di Surabaya terus dilakukan oleh Pemkot Surabaya.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Pemkot Surabaya saat melakukan normalisasi saluran 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Normalisasi saluran air di berbagai lokasi di Surabaya terus dilakukan oleh Pemkot Surabaya.

Saluran air tersebut menjadi salah satu hal penting apalagi menjelang masuknya musim hujan.

"Setiap hari Pemkot melakukan pembersihan saluran," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara.

Petugas di berbagai lokasi dikerahkan agar saluran tersebut tidak ada yang terhambat. Menurut Febri, sedimen terus dibersihkan. Sebab hal itu tak jarang terjadi meskipun sebelumnya sudah dilakukan pengerukan.

Menjelang musim hujan, Pemkot sudah memetakan kawasan yang menjadi prioritas normalisasi saluran. Meskipun, di semua lokasi tetap menjadi perhatian.

“Ada wilayah-wilayah yang diprioritaskan untuk dilakukan normalisasi juga penambahan kapasitas debit pompa,” ujarnya.

Kegiatan normalisasi saluran terus digencarkan. Bahkan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memimpin sendiri di kawasan Kupang, Selasa (27/10/2020) kemarin. Risma juga menerjunkan alat berat kesana.

Baca juga: Rizwan Cengar-cengir Saja Dimarahi Sule Gegara Nilai Jeblok, Kekasih Nathalie Holscher Banting Rapor

Baca juga: Respons Pelatih Persebaya Terkait Wacana Latihan Bersama dengan Arema FC

Baca juga: Rumah Masa Kecil Bung Karno di Wates Kediri Gelar Peringatan Sumpah Pemuda

Dalam kegiatan itu, Febri mengatakan pihaknya cukup banyak mendapati sampah di sungai. Febri menyayangkan hal tersebut.

Jika dibiarkan, persoalan sampah itu bisa memicu masalah. Misalnya, dapat mengganggu pompa. Warga diharapkan meningkatkan kepedulian agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Kalau seandainya (pompa) banyak tertutup oleh sampah ini kan akhirnya akan mengurangi laju kecepatan air. Itu nanti akan berpengaruh pada jumlah debit air di kawasan tersebut,” terang Febri.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved