Breaking News:

Aktivis PMII Gresik Desak Pemerintah Batalkan UU Cipta Kerja, Bedah Isi: Tak Memihak Rakyat Kecil

Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Gresik desak pemerintah membatalkan UU Cipta Kerja. Bedah isi: tidak memihak rakyat kecil di Indonesia.

Penulis: Sugiyono
Editor: Hefty Suud
SURYA/SUGIYONO
CABUT – Aktivis PMII Gresik unjuk rasa meminta pemerintah pusat membatalkan Undang-undang Ciptaker, sebab tidak memihak kepada masyarakat kecil, Rabu (28/10/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK –  Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Gresik menggelar unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law, Rabu (28/10/2020).

Mereka menilai bahwa UU Cipta Kerja tidak memihak kepada rakyat kecil di Indonesia.

Koordinator unjuk rasa, Solihul Hadi mengatakan, unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja ini terus disuarakan kepada pemerintah pusat agar mengetahui bahwa isi UU tersebut ini tidak memihak kepada masyarakat.

Baca juga: Dorong Talenta Remaja Surabaya, Cawali Eri Cahyadi Janji Bangun Tempat Kongkow Kreatif Khusus Pemuda

Baca juga: Elvira Devinamira Puteri Indonesia 2014 Sebut Sedekah Kebutuhan Primer: Bawa Berkah Tersendiri

Contohnya, dalam UU Cipta Kerja itu terjadi penarikan investor ke dalam Indonesia. Sehingga akan mengurangi lahan pertanian. Akibatnya, petani yang akan tergusur.

“Alih fungsi lahan pertanian menjadi industri ini juga berdampak terhadap lingkungan,” kata Solihul Hadi.

Lebih lanjut Solihul Hadi mengatakan, dampak pada pekerja yaitu menghilangkan hak-hak bagi pekerja.

Baca juga: Akhir Napi Gemuk Coba Kabur dari Penjara, Nyangkut di Tembok yang Dilubangi, Kondisinya Miris: Patah

Baca juga: VIRAL TERPOPULER: Transgender Usia 60 Tahun Oplas hingga Kakek Penjual Gado-gado Kena Tipu Konsumen

“Lebih baik dibatalkan saja UU Cipta Kerja ini,” imbuhnya.

Belum lagi mengenai komersialisasi lembaga pendidikan, sebab terdapat isi pasal dalam Undang-undang Ciptaker yang menyebut tentang liberalisasi pendidikan.

“Akhirnya orang miskin dilarang sekolah, sebab tidak mampu membayar iuran. Dan lahan pertanian digusur jadi industri,” katanya.

Dari rusaknya UU Cipta Kerja tersebut, aktivis PMII Gresik berharap pemerintah pusat dan DPR RI membatalkan UU Cipta Kerja.

“Cabut UU Cipta Kerja dan maksimalkan sumber daya manusia dalam negeri untuk mengelola alam Indonesia,” katanya.

Unjuk rasa tersebut dijaga ketat aparat kepolisian dan Kodim 0817 Gresik. Massa membubarkan diri setelah orasi berjam-jam di simpang  empat Sentolang, Kecamatan Kebomas Gresik.

Penulis: Sugiyono

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved