Bencana Banjir Mengancam, BPBD Bondowoso Inisiatif Penghijauan di Kawasan Ijen: Ditanami Rumput

BPBD Bondowoso mulai melakukan langkah antisipasi dalam menghadapi bencana Hidrometeorologi, utamanya banjir.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Gunung Ijen 

TRIBUNJATIM.COM, BOMDOWOSO - BPBD Bondowoso mulai melakukan langkah antisipasi dalam menghadapi bencana Hidrometeorologi, utamanya banjir.

Upaya antisipasi dilakukan dengan cara penghijauan di sejumlah titik.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kukuh Triyatmoko mengatakan bencana banjir mengancam wilayah Kecamatan Ijen.

Baca juga: Pencairan Insentif untuk Nakes Bondowoso Tinggal Selangkah Lagi, Progres Verifikasi Capai 95 Persen

Baca juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Polres Bondowoso Bersama TNI Bagikan Paket Sembako Kepada Masyarakat

Baca juga: Hari Pertama Operasi Zebra Semeru 2020, Polres Bondowoso Menjaring 103 Pengendara

Diketahui, wilayah Ijen pernah diterjang banjir bandang pada Januari dan Maret 2020.

Menurut Kukuh, banjir di Kecamatan Ijen disebabkan karena masalah di daerah hulu yang belum tertangani secara optimal. Bahkan, hingga saat ini persoalan tersebut belum teratasi.

"Kami masih melakukan penghijauan di sana (kawasan Ijen) berupa penanaman rumput vetiver atau akar wangi. Diharapkan, tanaman itu dapat menahan air," katanya, Jumat (30/10).

Ia melanjutkan, selain Kecamatan Ijen, bencana banjir juga berpotensi terjadi di Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang. Derah tersebut rawan diterjang banjir kiriman dari Gunung Putri.

"Begitu juga di Kecamatan Binakal. Banjir di kawasan ini biasanya menerjang lahan pertanian warga. Tidak sampai ke pemukiman," sebutnya.

Di sisi lain, ia mengungkapkan pihaknya juga mewaspadai bencana tanah longsor di sejumlah wilayah Bondowoso. Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Ijen, jalur menuju Besuki, Situbondo. Total, ada 36 titik di kedua wilayah tersebut yang berpotensi terjadi tanah longsor.

"Jalur-jalur tersebut merupakan jalur utama yang sering dilewati oleh pengendara, harus diwaspadai," paparnya.

Ia mengimbau, agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai kemungkinan datangnya bencana hidrometeorologi. 

Selain banjir dan tanah longsor, bencana puting beliung berpotensi terjadi di hampir seluruh kecamatan Bondowoso seiring munculnya anomali cuaca.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved